TERKINI
TAK BERKATEGORI

Ramai-ramai Ulama Aceh Timur ke Rutan Idi, Ada Apa?

IDI RAYEK - Para ulama dan pimpinan pesantreh (dayah) di Kabupaten Aceh Timur yang tergabung dalam Aliansi Hujjah Alumni Dayah (AL-HADA) menggelar pengajian dan pembinaan…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.2K×

IDI RAYEK – Para ulama dan pimpinan pesantreh (dayah) di Kabupaten Aceh Timur yang tergabung dalam Aliansi Hujjah Alumni Dayah (AL-HADA) menggelar pengajian dan pembinaan kerohanian Islam di Rumah Tahanan (Rutan) Idi pagi tadi, Senin, 24 Oktober 2016.

Kegiatan ini merupakan rutinitas pengurus AL HADA sekaligus tindak lanjut komitmen pertemuan antara ulama dan pimpinan daya di Aceh Timur dengan Kepala Cabang Rutan Idi Yusnaidi dan unsur Muspida, beberapa waktu lalu.

Para ulama yang hadir adalah Teungku Zulkarnaini (Teungku Ni), Teungku Nawawi (Ayah Wi), Teungku H. Muhammad Nur atau Abi Gureb, Teungku Muhammad Alue Lhoek, Teungku Juhari dan Teungku Ahmadi Gampong Jalan.

“Kegiatan ini  kita fokuskan pada pembinaan budi pekerti dan akhlak. Semua manusia tentunya mempunyai kesalahan apalagi kepada warga binaan tentu banyak orang beranggapan mereka yang keluar dari penjara merupakan orang yang telah di hukum sehingga merasa tersisih dalam kehidupan masyarakat. Tentu perlu sekali akhlak yang baik sehingga namanya yang cacat kembali pulih dan diterima warga,” ujar Teungku H. Muhammad Nur atau yang dikenal Abi Gureb kepada  portalsatu.com usai memberi tausiah di musala rutan setempat.

Selaku pengurus Al HADA, dia berharap kegiatan keagamaan ini terus berlangsung sampai kapanpun serta  didukung oleh semua pihak. “Semoga kegiatan keagamaan ini bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Abi Gureb.

Sementara itu, Kepala Rutan IDI Yusnaidi, S.H sangat mengapresiasi adanya pembinaan rohani untuk warga binaannya. Dia turut meminta kegiatan yang seperti itu terus berlangsung.

“Kita sangat beterimakasih kepada semua pihak, terutama bagi Al HADA yang mau turun langsung melakukan bimbingan kepada napi. Al HADA telah ikut membantu kami tentu dengan keterbatasan kami di Rutan saat ini dalam bidang- bidang tertentu terutama dalam hal pembinaan spiritual,” kata Yusnaidi.

Yusnaidi menyebutkan saat ini  jumlah warga binaan di Rutan Idi sebanyak 392 orang dari berbagai kasus. Namun kata dia, 60 persennya tersandung kasus narkoba.

“Pembinaan mental dan sosialisasi bahaya narkoba ke depan terus kita tingkatkan mengingat persentase narapidana kasus narkoba sangat tinggi dibandingkan dengan perkara lainnya,”ucap Yusnaidi, seraya mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi narkoba yang  bekerja sama dengan pihak kepolisian polres Aceh Timur.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar