JAKARTA - Ilmu pengetahuan memberikan kita banyak keterampilan dan juga keahlian. Berkat jasa-jasa penemu dan ahli pada zaman dahulu, saat ini kita bisa mengenal beragam…
JAKARTA – Ilmu pengetahuan memberikan kita banyak keterampilan dan juga keahlian. Berkat jasa-jasa penemu dan ahli pada zaman dahulu, saat ini kita bisa mengenal beragam hal mulai dari ilmu terapan hingga astronomi.
Salah satu sosok Muslim yang dikenal akan kontribusinya pada bidang matematika ialah Omar Khayyam. Ia adalah ahli matematika pada abad pertengahan yang juga dikenal sebagai astronom pada saat itu.
Dalam bidang matematika, Omar mengedepankan pentingnya terorema binominal umum. Klaim yang dimiliki Omar tersebut berdasarkan kemampuannya dalam mengekstrak akar perhitungan. Selain itu, ia juga berkontribusi dalam memberikan metode geomterik untuk memecahkan persamaan kubik.
Omar Khayyam lahir pada 18 Mei 1048 AD di Iran. Ia memiliki nama lengkap Ghiyath al-Din Abul Fath Umar bin Ibrahim An Nisaburi al Khayyami. Omar dilahirkan dalam keluarga pembuat tenda dan menghabiskan masa kecilnya di Kota Balkh, Afghanistan Utara.
Selain seorang ahli matematika, ia juga dikenal sebagai filsuf, astronom, dokter, dan juga penyair. Beberapa buku yang pernah dikarangnya antara lain tentang geografi, mekanika, dan musik.
Meskipun begitu, keahlian di bidang matematika Omar telah mengalahkan kepiawaiannya dalam membuat syair. Dalam dunia matematika ia pernah menulis tentang 1.000 ayat kuatrain. Ia kemudian meninggal pada Desember 1131 di Nishapur, Persia sebagaimana dilansir Famous Scientist, Jumat (30/9/2016).[] Sumber: okezone.com