BANDA ACEH – Dirjen Bima Kontruksi Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Republik Indonesia, Ir. Yusid Toyib, M. Eng. Sc, meminta alumni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sesuai dengan bidangnya.
Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum bertema Peluang dan Tantangan Masyarakat Jasa Kontruksi Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin 26 September 2016.
Jangan sampai mahasiswa teknik nantinya bekerja di luar bidangnya seperti bekerja di Bank. Karena untuk menjadi seorang insinyur itu membutuhkan biaya yang besar. Saat ini jasa kontruksi menjadi bidang yang menyerap tenaga kerja cukup besar di Indonesia yang mencapai 8,2 juta orang, pungkas Yusid.
Menurutnya, potensi ini harus mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan dalam menghadapi MEA, bangsa Indonesia harus memiliki empat syarat jika ingin menjadi tuan rumah dalam era MEA yaitu, kompetensi yang baik, integritas yang teruji, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, menambahkan, kuliah umum ini penting bagi Unsyiah sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Sebab, mulai 1 Januari 2017 nanti ada 11 jasa profesi yang akan masuk ke Indonesia, salah satunya adalah jasa kontruksi. Terkait hal ini, yang menjadi pertanyaan besar selanjutnya yaitu apakah Indonesia atau perguruan tinggi yang ada di Indonesia telah siap menghadapi MEA?