TERKINI
TAK BERKATEGORI

Kodim Aceh Utara Tanam Padi Serempak Bersama Petani

LHOKSUKON - Mabes TNI-AD melalui Kodim 0103/Aceh Utara melakukan tanam padi serempak bersama petani di Gampong Peurupok, Kecamatan Syamtalira Aron, Rabu 21 September 2016. Untuk…

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 738×

LHOKSUKON – Mabes TNI-AD melalui Kodim 0103/Aceh Utara melakukan tanam padi serempak bersama petani di Gampong Peurupok, Kecamatan Syamtalira Aron, Rabu 21 September 2016. Untuk tahap awal proses percepatan cetak sawah itu dilakukan seluas 2.500 Ha dari total 16.000 Ha.

Hadir di lokasi, Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek Mad, Tim Percepatan Cetak Sawah Kol Inf A. Riad dan Kol Inf Rahman Riyanto, Kasrem 011/LW An. Letkol Inf Sofanuddin, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono, Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan, Kajari Lhoksukon Jabal Nur SH,MH, Kadis Pertanian Aceh Utara Jafar, Muspika Syamtalira Arun dan masyarakat setempat.

“Ini merupakan program pemerintah atas perintah Presiden melalui TNI dan Kementerian Pertanian untuk seluruh wilayah Indonesia. Melalui gerakan tangan padi serempak kita wujudkan swasembada pangan nasional berkelanjutan,” kata Kolonel Inf Rahman Rianto, selaku Tim Satgas Percepatan Cetak Sawah dari Mabes Angkatan Darat saat ditemui portalsatu.com di lokasi.

Ia menyebutkan, Aceh diberikan 16.000 Ha, namun dalam rangka penghematan untuk tahap awal dikerjakan 2.500 Ha. “Program tanam serempak percepatan cetak sawah itu dilakukan sesuai target 2.500 Ha dan ini berkelanjutan. Untuk kelanjutannya merupakan PR masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Direktorat Jendral Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Dedi Rohyadi menyebutkan, pompa air sudah didistribusikan dengan adanya pengadaan dari pusat, provinsi dan kabupaten. Setiap kabupaten yang mendapatkan kegiatan cetak sawah sudah dialokasikan juga.

“Kita sudah ada alatnya. Untuk pompa air sudah ada, namun segalanya masih tertata. Untuk ke depan alat mesin akan ditambah lagi. Hanya saja diharapkan alat pertanian tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin dan dirawat agar tidak menjadi barang rongsokan,” bebernya.

Ditambahkan, dalam rangka mempertahankan swasembada, melindungi sawah yang sudah ada dan sawah baru, pihaknya memiliki program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ia berharap lahan yang sudah ada tersebut bisa masuk dalam LP2B.

“Untuk itu Bupati perlu membuat Perda agar lahan tersebut dilindungi dan tidak beralih fungsi, seperti sawit karena dianggap lebih menguntungkan. Ini yang tidak kami inginkan,” tukasnya.

Hal lainnya dikatakan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad. Dikatakan, ini program berkelanjutan dan yang paling penting adalah kemauan masyarakat.

“Aceh Utara baru bangkit, demikian juga dari segi anggaran. Saya utamakan program irigasi dan SDM. Jika irigasi sudah baik, barulah kita beralih ke jalan. Mengingat irigasi di Aceh Utara saat ini sangat kurang. Di sisi lain anggaran Aceh Utara kecil, sedangkan desa mencapai 852,” jelasnya.

Cek Mad berharap, uang desa dapat difokuskan pada pembangunan yang penting. “Jika untuk saluran kecil silahkan untuk menghidupkan ekonomi makro. Untuk masjid dan musholla jangan dulu lah, biarkan itu menjadi urusan Bupati dan Dandim. Kita harap masyarakat memiliki keinginan untuk maju. Di sini ada penyuluh dan Babinsa yang siap membantu masyarakat,” pungkas Cek Mad. []

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar