TERKINI
TAK BERKATEGORI

GMNI dan HMI Demo Tuntut Ketua KIP Bener Meriah Dicopot

REDELONG – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan HMI Cabang Aceh Tengah menuntut Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh segera merekomendasi pencopotan Ketua KIP Bener Meriah…

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 621×

REDELONG – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan HMI Cabang Aceh Tengah menuntut Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh segera merekomendasi pencopotan Ketua KIP Bener Meriah Iwan Kurnia. Pasalnya, Iwan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus pemukulan komisioner KIP Bener Meriah Anwar Hidayat.

Tuntutan itu disampaikan dalam unjuk rasa di halaman kantor KIP Bener Meriah, Senin, 19 September 2016. Saat itu, Wakil Ketua KIP Aceh Basri M. Sabri didampingi komisioner KIP Aceh Hendra Fauzi sedang berada di kantor KIP Bener Meriah dalam agenda investigasi dan supervisi terkait permasalahan terjadi di KIP setempat.

“Kita meminta agar KIP Aceh segera merekomendasi pencopotan Ketua KIP Bener Meriah kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata koordinator aksi dari GMNI Satria Darmawan dan perwakilan HMI Aceh Tengah Hasbi Yamin.

Pendemo yang terdiri dari dua lembaga itu juga menuntut agar polisi segera melakukan penahanan terhadap Ketua KIP Bener Meriah Iwan Kurnia yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Semantara itu, Wakil Ketua KIP Aceh Basri M. Sabri dalam paparannya kepada pendemo mengatakan, kasus dugaan pemukulan komisioner KIP Bener Meriah yang dilakukan Ketua KIP Bener Meriah Iwan Kurnia terus berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku baik di pihak kepolisian maupun di instansi penyelenggara pemilu.

Tuntutan itu, kata Basri, juga akan disampaikan dalam rapat pleno KIP Aceh untuk diteruskan kepada KPU pusat.

Aksi demo yang dilakukan sekitar pukul 15:30 WIB itu, hanya dihadiri delapan orang pendemo.[]

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar