Masyarakat Aceh membuat aneka kue yang dihidangkan untuk tamu yang bersilaturahmi uroe raya (hari raya), baik saat Idul Fitri maupun Idul Adha.
Di Dayah Guci, Sukon Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, misalnya, kaum perempuan membuat kue atau penganan khas hari raya sejak sepekan sebelumnya. Lezatnya kue-kue itu bikin lidah bergoyang dan tentunya jadi ketagihan.
Adapun kue khas hari raya yang disajikan saban tahun saat hari raya ialah timphan asoe kaya, timphan u, peukarah atau disebut juga umpung seurabee, dodoi, meuseukat, boh usen, bhoi, luyang, kueh bawang, dan lainnya.
Timphan asoe kaya itu jadi sajian utama, dan itu tersedia di hampir semua rumah di gampong ini dan sekitarnya. Jumlah (timphan asoe kaya) yang disediakan biasanya lebih banyak daripada timphan u, ujar Gandi, warga Dayah Guci.
Thimpan asoe kaya setidaknya dibuat untuk anggota keluarga yang pulang dari perantauan, atau sudah menetap di luar Pidie, dan pulang kampung khusus pada hari raya. Tapi untuk tamu lainnya juga dihidangkan, terutama dari luar gampong ini atau tamu yang jauh. Sedangkan tamu dari gampong ini, mereka punya di rumah masing-maisng, kata warga lainnya di Dayah Guci.
Menurut warga itu, timphan asoe kaya untuk anggota keluarga atau kerabat yang pulang dari luar daerah, biasanya tetap disimpan sampai hari raya ketiga. Karena ada yang pulang hari raya pertama, kadang juga baru pulang hari raya kedua atau ketiga. Rata-rata lebih suka timphan asoe kaya yang rasanya benar-benar kaya,” kata Gandi.