Karya: Mhd. Saifullah
Setiap pagi, berita terdengar
mengembut-embut kabar negeri.
Mulai dari ekonomi, sosial, politik,
bahkan sampai ayah menggauli anak sendiri.
Tersebar mudah semudah-mudahnya.
Bagai kentut keluar dari sarangnya.
Kubuka siaran televisi.
Headline news tertulis,
sembari juru berita menghidangkan informasi.
Berita katanya untuk hari ini.
Ekonomi negeri sedang terserang asma,
kehidupan sosial harus menghirup tiga koli
tabung udara. Sehingga!
Politik negeri terjangkit akut luar binasah.
Tak dapat terkendali,
rakyat jelata di kelas VIP tingkat bawah
tidak mampu kawin lagi. Sehingga!
Anak sendiripun jadi.
Wah mulai kacau kayaknya berita di televisi.
Lebih baik baca berita dari dunia maya
daripada, daripada.
Ku ambil handphoneku.
Cusssss. Ku berseluncur secepat waktu.
Cusssss. Langsung mudah terbuka.
Cusssss. Maklum lagi banyak paket data.
Kecepatannya di atas rata-rata,
meski hanya handphone android di bawah rata-rata.
Seluncur, seluncur, seluncur.
Aku ketik, trending topik berita
hari ini.
Tak, tik, tuk. Tak, tik, tuk.
Tak, tik, tuk. Tak, tik, tuk.
Cusssss. Seluncur, seluncur, seluncur.
Klik.
Begitu merdu suaranya sewaktu ku buka.
Ku baca berita di dunia maya.
Baru dibuka sudah mengembut-embut tagline
dari surat kabar online atau media.
Ekonomi negeri sedang pancaroba,
harga kedelai mengguncang harga tempe. Sehingga!
Tempe menjadi di atas rata-rata. Sehingga!
Masyarakat memilih telur sebagai lauk pauk
daripada terjadi pemberontakan di pusat kota.
Krisis di mana-mana.
Profesi begal dipilih bukan karena niat semata.
Melacur dianggap lumrah.
Wah mulai tidak benar ini berita di dunia maya.
Lebih baik buka sosial media saja
daripada, daripada.
Ketik, ketik. Ketik, Ketik.
Cusssss. Cusssss. Cusssss.
Terbuka wajah buku, kicauan burung,
dorongan gram, sampai hiburan video tabung kamu.