Legenda, mitos, dan catatan sejarah telah mengabadikan kisah-kisah heroik para pahlawan, kadang disertai kisah mengenai senjata andalan mereka yang menyimpan berbagai kesaktian. Legenda mengenai pedang, tombak, dan meriam kuno ini tak kalah seru dibandingkan riwayat hidup sang empunya. Tak heran jika sekarang benda-benda tersebut menjadi koleksi berharga dengan nilai tinggi.
Mulai dari keris Taming Sari dari Malaysia, pedang samurai Masamune yang sempat hilang selama 150 tahun, hingga meriam Si Jagur yang diliputi kisah mistis:
Shimazu Masamune
Shimaze Masamune adalah satu dari beberapa bilah pedang legendaris peninggalan Masamune yang hilang selama lebih dari 150 tahun.
Masamune adalah pengrajin pedang terbaik dalam sejarah Jepang. Dia hidup pada Periode Kamakura dan membuat pedang terbaik untuk para samurai. Pedang Masamune terkenal akan ketajamannya. Konon, capung yang hinggap di mata pedangnya pun langsung terbelah. Sayangnya, Masamune enggan menandai hasil karyanya, sehingga seluruh pedang buatannya lantas hilang.
Dilansir Japan Today, Shimaze Masamune adalah satu-satunya pedang buatan Masamune yang ditemukan kembali. Pedang tersebut dibawa ke Kyoto National Museum untuk dinilai. Menurut hasil analisis Taeko Watanabe, ahli sejarah dan pedang Jepang, bilah samurai tersebut merupakan karya Masamune.
“Dilihat dari karakteristiknya yang unik seperti pola yang dapat dilihat di sisi pisau … tak salah lagi [pedang tersebut] ditempa oleh Masamune,” tutur Watanabe.
Keris Taming Sari
Dilansir List25.com, Taming Sari merupakan keris legendaris dalam legenda Malaysia. Keris yang konon bisa memberikan kekebalan kepada pemakainya ini merupakan senjata milik Laksamana Hang Tuah. Kabarnya Taming Sari juga bisa terlepas sendiri dari sarungnya dan menyerang orang yang membahayakan pemiliknya.
Keris Taming Sari konon terbuat dari 21 jenis logam. Sebelumnya, keris tersebut dimiliki oleh seorang jawara dari Majapahit yang bernama Taming Sari. Hang Tuah memenangkan keris tersebut setelah pertarungan berdarah dengan Taming Sari. Dia membawa keris tersebut untuk mempertahankan Melaka dari serangan musuh.
Sekarang keris Taming Sari tersimpan di Istana Iskandariah, Kuala Kangsar, Perak. Sejumlah pihak meragukan keaslian senjata tersebut, namun keasliannya sudah diverifikasi oleh pakar dari Muzium Perak.
Tombak Fuchai