LONDON Kanselir Jerman Angela Merkel tak bisa menerima bila ada negara anggota Uni Eropa (UE) yang menolak pengungsi Muslim. Merkel juga meminta negara-negara UE untuk menentukan kuota yang berimbang dalam menerima para pengungsi.
UE diharapkan mau bersatu untuk mengatasi krisis pengungsian. Saya berpikir, salah bahwa bila ada yang bilang, kami tidak mau Muslim masuk ke negara kami, tak peduli apakah alasannya kemanusiaan atau bukan, kata Angela Merkel dalam wawancara dengan stasiun ARD, seperti dikutip Independent, Senin (29/8).
Berdasarkan perjanjian antarnegara UE, Regulasi Dublin, pencari suaka bisa dikembalikan ke negara tempat pertama kali ia sampai di Benua Eropa. Namun, Regulasi Dublin dinilai memberatkan negara-negara yang secara geografis merupakan pintu masuk Eropa, seperti Yunani. Adapun aturan lainnya tentang arus migrasi, Perjanjian Schengen, hanya membolehkan bebas lintas bagi warga negara anggota UE, tak termasuk pengungsi.