SIGLI - Asnaini, 45 tahun, ibu Yumilda Ulan, mahasiswi asal Indonesia yang ditangkap otoritas Turki karena diduga terlibat jaringan Fethullah Gulen, mendesak Presiden Joko Widodo…
SIGLI – Asnaini, 45 tahun, ibu Yumilda Ulan, mahasiswi asal Indonesia yang ditangkap otoritas Turki karena diduga terlibat jaringan Fethullah Gulen, mendesak Presiden Joko Widodo untuk turut tangan membebaskan anaknya. Hal ini disampaikan Asnaini, kepada sejumlah wartawan yang bertandang ke rumahnya di kawasan Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Minggu, 21 Agustus 2016.
Kami sangat berharap Presiden Jokowi dapat berupaya melepaskan anak kami yang ditangkap pemerintah Turki, ujarnya berlinang air mata.
Asnaini mengaku sangat cemas memikirkan nasib putrinya yang sedang menuntut ilmu di negara Turki. Dia juga mengakui bahwa anaknya belajar di negara Erdogan, dengan bantuan beasiswa dari lembaga Pasific Countries Sosial and Economic Solidarity Association (Pasiad) yang berpusat di Turki.
Kami sangat khawatir akan nasib putrid kami itu. Apalagi dia ditangkap negeri orang, katanya.
Asnani mengaku, saat ini tidak ada tempat untuknya mengadukan nasib anak pertamanya itu. Apalagi jarak mereka sekarang terlalu jauh yang membuat Asnaini terhambat untuk menjenguk anaknya.
Asnaini juga meminta pemerintah Indonesia untuk dapat melakukan langkah cepat dalam pembebasan anaknya tersebut. Kepada awak media, Asnaini menyebutkan, Yumilda Ulan ditangkap di rumah kontrakannya dan sedang libur kuliah. Semula, Yumilda Ulan hendak pulang ke Aceh tetapi urung lantaran tidak ada biaya.
Asnaini yang didampingi suaminya, Samsul, mengaku telah menyerahkan semua dokumen yang diminta pihak KBRI di Turki untuk pembebasan Yumilda Ulan. Namun sejauh ini belum ada kabar tentang proses pembebasan tersebut.
Kami sangat berharap proaktif semua pihak agar anak saya cepat kembali, katanya.[](bna)