MEULABOH – Sebanyak 418 mahasiswa baru terdaftar di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tahun akademik 2016/2017. Mereka mendaftar dari tiga jalur seleksi.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik sekaligus Ketua Pelaksana Penerimaan Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Drs. H. M. Arif Idris, M.A., melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 20 Agustus 2016.
Arif mengatakan, penerimaan mahasiswa baru tahun 2016 dilakukan melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dan jalur mandiri.
Dari tiga jalur seleksi tersebut, pemilih STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh 456 orang dari sembilan program studi yang ada. Namun yang mengikuti wawancara dan mendaftar ulang 418 orang, ujar Arif.
Adapun rincian mahasiswa tiap-tiap jurusan yaitu, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) 57 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 34 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 66 orang, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 27 orang.
Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, 65 orang, Hukum Pidana Islam, 15 orang, Hukum Tata Negara, 19 orang dan Perbankan Syariah 96 orang. Untuk Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, 39 orang.
Arif menjelaskan, melihat kondisi kampus saat ini, jumlah mahasiswa tahun 2016 sudah mencapai target. Hal ini dikarenakan, ruang kuliah yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk menampung mahasiswa dalam jumlah besar.
Tahun ini saja, kita harus mencari gedung alternatif dengan status sewa untuk penambahan ruang kuliah. Nantinya aktivitas perkuliahan akan dilakukan pada dua tempat, kampus utama di Gampa dan gedung B di belakang Masjid Agung Seuneubok, kata Arif.
Arif menambahkan, seluruh mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang telah mendaftar ulang akan diberi pembekalan tentang budaya akademik dan kemahasiswaan, mulai 23-25 Agustus 2016. Perkuliahan akan dimulai pada 29 Agustus 2016, ujarnya.