BANDA ACEH – Perbankan dan keuangan syariah dianggap sebagai salah satu solusi perekonomian pasca gagalnya kapitalisme dan terus menjadi diskusi para ahli dan praktisi. Walaupun tren bank syariah mengalami perkembangan yang menggembirakan, namun praktik yang terjadi di lapangan masih menunjukkan hal-hal yang kurang menggembirakan. Bahkan masih ditemukan persepsi masyarakat yang menganggap praktik bank syariah tidak ada bedanya dengan bank-bank konvensional yang telah lama hadir di tengah-tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka pada Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah Paradigma Perbankan Syariah, yang diselenggarakan oleh lembaga CENTRIEFP dan berlangsung di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Jumat, 19 Agustus 2016.
Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar- Raniry, Israk Ahmadsyah, mengemukakan yang selama ini terjadi dalam praktik keuangan konvensional adalah distribusi kekayaan yang terbalik, yaitu dari pihak yang tidak memiliki (the have not) ke pihak yang memiliki atau orang kaya (the have).
Seharusnya bank syariah harus kembali berorientasi kepada kesejahteraan rakyat. Inilah ide awal dari lahirnya bank syariah, ujar kandidat doktor dari Markfield Institute of Higher Education, Inggris, tersebut.
Pakar ekonomi Islam lain, Dr Zaki Fuad, menambahkan selain permasalahan yang masih terjadi dalam institusi perbankan syariah, ia juga menggarisbawahi bahwa peranan dan kesiapan masyarakat juga menjadi faktor yang sangat penting bagi kesuksesan industri keuangan syariah.
Masih ada masyarakat kita yang tidak jujur saat mengambil pembiayaan dari bank, misalnya dengan tidak menampilkan kondisi yang sebenarnya atau melakukan penipuan data,” ujar Wakil Dekan II, FEBI, UIN Ar Raniry ini.
Hal tersebut juga menjadi catatan penting dari pihak perbankan. Salah seorang pembicara yang mewakili perbankan di Aceh, Haizir Sulaiman, yang juga Direktur SDM dan Syariah Bank Aceh turut mengeluhkan tentang perilaku masyarakat di Aceh. Salah satu faktor lemahnya bank syariah juga karena umat muslim sendiri yang belum memiliki komitmen yang kuat,” katanya.