SUBULUSSALAM - Harga ayam potong di Pasar Tradisional Kota Subulussalam naik Rp65.000 per ekor dari sebelumnya Rp60.000 per ekor. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan…
SUBULUSSALAM – Harga ayam potong di Pasar Tradisional Kota Subulussalam naik Rp65.000 per ekor dari sebelumnya Rp60.000 per ekor.
Kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Sementara untuk ukuran sedang dijual Rp55.000 atau naik Rp5.000 dari harga sebelumnya Rp50.000 per ekor.
“Naik sekitar Rp5.000 dari harga sebelumnya, sudah sebulan terakhir,” kata salah seorang pedagang ayam, Nursibah, kepada portalsatu.com, Kamis, 18 Agustus 2016.
Sementara harga ayam merah juga mengalami kenaikan dari Rp35.000 per ekor saat Ramadan lalu, sekarang menjadi Rp45.000 per ekor. “Selaku pedagang kami harus sesuaikan dengan biaya pengeluaran saat membeli ayam dari agen pemasok,” katanya di sela-sela melayani pembeli.
Ia mengatakan, khusus ayam merah, jika harga telur ayam melonjak naik, maka ayam tersebut juga ikut naik. “Jika tidak dibeli dengan harga mahal, pemilik ayam tidak mau menjual karena masih bisa bertelur dan harga telur mahal,” kata Nursibah menceritakan penyebab harga ayam merah mahal di pasaran.
Selain menjual per ekor, Nusibah juga mengecer dagangannya kepada masyarakat yang ingin membeli daging ayam separuh atau seperempat saja. Hal ini untuk memudahkan warga yang ingin mendapatkan daging ayam di saat kondisi harga daging sedang mahal.
“Karena selama ini banyak juga permintaan dari pengunjung, membeli separuh Rp25.000, kadang ada yang membeli seperempat saja Rp12.500. Apalagi kondisi ayam sedang mahal, jual enceran justru laris,” katanya.[](ihn/*sar)
Laporan Dirman Bakongan