BRUSSELS – Negara-negara anggota Uni Eropa akan memobilisasi perlawanan terhadap Organisasi Teroris Fetullah (Feto) demi memperbaiki hubungan antara Turki dan Uni Eropa. Demikian think-tank mengemuka pada Rabu 10 Agustus 2016.
Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Samuel Doveri Vesterbye, kepala Hubungan Luar Negeri Dewan Uni Eropa yang berbasis di Brussels, yang dikutip Duta Besar Inggris untuk Turki Richard Moore berjanji bahwa U.K. akan bekerja sama dengan Turki jika memberikan bukti kegiatan Feto di Inggris Raya.
Vesterbye sebagaimana disampaikan Moore mengatakan, adalah memblokir Feto merupakan langkah yang sangat positif untuk menunjukkan bahwa akan ada kerjasama dengan Turki di masa depan.
“Saya pikir ini adalah masalah waktu. Negara-negara Eropa akan mengambil tindakan mengingat bahwa organisasi ini [Feto] ada di banyak negara dan ibukota, serta ini tentang hubungan Uni Eropa-Turki,” katanya.
Vesterbye mengatakan Uni Eropa adalah lembaga pertama yang bereaksi terhadap kudeta gagal 15 Juli di Turki, tapi memang ada pernyataan selanjutnya yang mengakibatkan kritik dari Turki.