TERKINI
TAK BERKATEGORI

Uni Eropa: Memperbaiki Hubungan dengan Turki, Kami akan Melawan Feto Gulen

Negara-negara anggota Uni Eropa akan bertindak melawan Feto demi memperbaiki hubungan Uni Eropa-Turki, kata kepala Hubungan Luar Negeri Dewan Uni Eropa.

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 943×

BRUSSELS – Negara-negara anggota Uni Eropa akan memobilisasi perlawanan terhadap Organisasi Teroris Fetullah (Feto) demi memperbaiki hubungan antara Turki dan Uni Eropa. Demikian think-tank mengemuka pada Rabu 10 Agustus 2016.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Samuel Doveri Vesterbye, kepala Hubungan Luar Negeri Dewan Uni Eropa yang berbasis di Brussels, yang dikutip Duta Besar Inggris untuk Turki Richard Moore berjanji bahwa U.K. akan bekerja sama dengan Turki jika memberikan bukti kegiatan Feto di Inggris Raya.

Vesterbye sebagaimana disampaikan Moore mengatakan, adalah memblokir Feto merupakan langkah yang sangat positif untuk menunjukkan bahwa akan ada kerjasama dengan Turki di masa depan.

“Saya pikir ini adalah masalah waktu. Negara-negara Eropa akan mengambil tindakan mengingat bahwa organisasi ini [Feto] ada di banyak negara dan ibukota, serta ini tentang hubungan Uni Eropa-Turki,” katanya.

Vesterbye mengatakan Uni Eropa adalah lembaga pertama yang bereaksi terhadap kudeta gagal 15 Juli di Turki, tapi memang ada pernyataan selanjutnya yang mengakibatkan kritik dari Turki.

“Reaksi ini terjadi akibat polusi informasi. Media Eropa tidak punya waktu untuk memahami dengan benar tentang upaya kudeta itu,” katanya.

Vesterbye juga menekankan bahwa krisis pengungsi, perang melawan terorisme, dan isu-isu pertahanan yang sangat penting bagi Uni Eropa.

“Jadi, tidak mungkin untuk melihat pecah nyata dalam hubungan Uni Eropa-Turki atau lebih kritis dari ini,” tambahnya sebagaimana disiarkan Anadolu Agency.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta gagal 15 Juli  telah menewaskan 240 orang dan hampir 2.200 terluka, itu kudeta dibaut oleh pengikut Organisasi Teroris Fetullah, pimpinan Fetullah Gulen yang telah tinggal di negara bagian AS, Pennsylvania sejak tahun 1999.

Gulen dituduh memimpin kampanye dalam waktu lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, membentuk apa yang dikenal sebagai negara paralel.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar