ANKARA Delegasi Kementerian Kehakiman Amerika Serikat disebut bakal melakukan pertemuan dengan Kementerian Kehakiman Turki soal permintaan ekstradisi ulama asal Turki, Fethullah Gulen. Rencananya, pertemuan itu paling cepat bakal digelar pada pekan depan di Turki. Pertemuan ini akan dilakukan pascapermintaan kedua dari Kementerian Kehakiman Turki kepada Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan lansiran Kantor Berita Pemerintah Turki, Anadolu, Sabtu (6/8), pertemuan itu akan membahas langkah awal soal kemungkinan untuk melakukan penahanan dan mengekstradisi Gulen kembali ke Turki. Sebelumnya, Gulen memang disebut oleh Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, sebagai aktor intelektual upaya kudeta gagal pada 15 Juli silam.
Sebelum melakukan ekstradisi ini, pihak Kementerian Kehakiman AS memang berharap adanya pembicaraan awal. Permintaan ini pun telah diterima secara formal oleh Kementerian Kehakiman Turki dan meminta Kementerian Kehakiman AS mengirimkan delegasi ke Turki. ''Pihak AS akhirnya setuju dengan proposal tersebut. AS akan mengirimkan delegasi mereka ke Turki dalam jangka waktu dua pekan mendatang,'' ujar sumber di Kementerian Kehakiman, seperti dilansir Anadolu.
Dalam membahas kemungkinan penahanan dan ekstradisi terhadap Gulen tersebut, baik AS dan Turki memang telah berulang kali melakukan komunikasi. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepatakan atas penahanan Gulen, yang saat ini tinggal di Pennyslvania, Amerika Serikat, tersebut. Termasuk, saat dua orang perwakilan Kementerian Kehakiman Turki bertolak ke AS guna melakukan pembicaraan awal.