SUBULUSSALAM – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam menyoroti bus sekolah yang selama ini tidak beroperasi sehingga merugikan banyak siswa di lima kecamatan di daerah itu.
Wakil Ketua DPRK Fajri Munthe kepada portalsatu.com, Kamis, 4 Agustus 2016 mengatakan, para wali murid menyampaikan keluhan kepada lembaga dewan terkait tidak berfungsinya bus sekolah.
Bahkan sejumlah kepala kampung terpaksa harus menyumbang dana untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) agar bus tersebut bisa beroperasi. Selama ini bus tersebut lebih sering parkir daripada beroperasi mengangkut anak sekolah lantaran tidak ada BBM.
“Anak-anak terlantar bus tidak berfungsi, alasan tidak ada BBM, para orang tua sangat mengeluhkan kondisi ini,” ujar Fajri.
Padahal, kata Fajri dalam pembahasan anggaran sudah diplotkan dana biaya operasional seperti BBM dan suku cadang. Sangat aneh menurutnya jika tidak ada uang untuk membeli BBM. Fajri mempertanyakan ke mana dana yang sudah dianggarkan.