TERKINI
TAK BERKATEGORI

PT Samana Bantah Fasilitas yang Dibakar Warga Milik Perusahaan

SIGLI - Pihak PT. Samana Citra Agung (SCA) membantah jika fasilitas yang dibakar dan dirusak warga merupakan milik perusahaan. Menurut mereka peralatan tersebut merupakan milik…

MURTI ALI LINGGA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

SIGLI – Pihak PT. Samana Citra Agung (SCA) membantah jika fasilitas yang dibakar dan dirusak warga merupakan milik perusahaan. Menurut mereka peralatan tersebut merupakan milik PT. Hase Alam.

Hal tersebut dikatakan perwakilan PT SCA  Abukabar, kepada wartawan, Sabtu, 30 Juli 2016. Menurut dia, pihak PT SCA hanya menangani masalah areal saja, sedang proses pengerjaan dilaksanakan PT Hase Alam. “Semua dirusak itu bukan milik kita, melainkan milik PT Hase Alam,” katanya.

Abubakar juga mengatakan, persoalan tanah lahan warga, pihaknya sudah melakukan pembebasan, bahkan sejak tahun 1998 sudah mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU). “Lahan ini milik pemerintah, kami cuma memilik hak untuk mengelola saja dan sudah ada HGU,” katanya lagi.

Dia juga mengatakan, jika ada masyarakat yang mengaku pemilik lahan dan belum dilakukan pembayaran, pihaknya menyilahkan melaporkan kepada pihak berwajib, atau laporkan kepada pihaknya untuk dilakukan proses pembayaran, asalkan pemilik dapat membuktikan kelengkapan surat tanah baik dari Keuchik maupun sertifikat.

“Kita siap membayar, jika ada pemilik tanah yang belum dibayar, asalkan membawa bukti surat resmi,” aku Abubakar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, massa dari Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga dan Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, memprotes pembangunan pabrik semen PT Samana Citra Agung di Gampong Cot, Sabtu, 30 Juli 2016 sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi itu berakhir ricuh, bahkan massa turut membakar mobil dan fasilitas milik PT Samana. (baca: Ini Alasan Warga Bakar Fasilitas di Pabrik Semen Laweung)

Informasi yang berhasil dihimpun portalsatu.com di lapangan, aksi yang dikoordinir oleh Ramlan Ishak (35) warga Gampong Cot ini terkait sengketa tanah warga dengan PT SCA yang menurut warga belum tuntas. Warga protes agar pabrik semen tidak dibangun dulu sebelum persoalan tanah selesai.[](ihn)

MURTI ALI LINGGA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar