BANDA ACEH – Persaudaraan Aceh-Tionghoa berharap kasus kerusuhan di Tanjung Balai antara masyarakat Melayu dengan Tionghoa dapat segera berakhir.
“Karena persaudaraan Melayu dan Tionghoa yang sudah terjalin ratusan tahun dalam semangat yang saling membantu, janganlah tercederai oleh oknum yang tentu saja tidak mewakili pihak Tionghoa dan Melayu,” ujar Ketua Persaudaraan Aceh-Tionghoa, Teungku Muhammad Amin, melalui siaran persnya kepada portal satu.com, Sabtu, 30 Juli 2016.
Seperti diketahui, kerusuhan antara etnis Tionghoa dengan Melayu terjadi bermula menjelang salat Isya, Jumat. Saat itu, Meliana seorang perempuan Tionghoa berusia 41 tahun, meminta agar pengurus Masjid Al Maksum di lingkungannya untuk mengecilkan volume pengeras suara. Namun usai salat Isya, sejumlah jemaah dan pengurus masjid mendatangi rumah Meliana. Lalu atas prakarsa kepala lingkungan, Meliana dan suaminya dibawa ke kantor lurah.