Berbagai pemeriksaan kasat mata kuat menunjukkan, bahwa salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Poso Senin (19/7) adalah Santoso, namun polisi masih memerlukan berbagai informasi pembanding.
Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Juru bicara polisi, Irjen Polisi Boy Rafli Amar menyebutkan informasi pembanding itu antara lain melalui cara tradisional, yakni identifikasi kasat mata oleh keluarga dan kawan-kawan Santoso, maupun pemeriksaan DNA.
Dari berbagai ciri fisik berdasar data polisi semasa Santoso menjadi tahanan, katanya, kemungkinan salah satu yang tewas tertembak itu memang Santoso.
“Berjanggut, berambut gondrong, ada tahi lalat. Tetapi kita harus memastikan dengan cara-cara yang lebih akurat,” kata Boy Rafli.
“Para anggota keluarga (Santoso) ayah dan ibu sedang diupayakan… Kawan-kawannya yang sudah tertangkap atau menyerahkan diri juga akan diminta mengidentifikasi.”