BANDA ACEH – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah Aceh pagi kemarin menggelar upacara Dirgahayu BPJS Kesehatan yang ke-48 di halaman kantor BPJS Wilayah Aceh di Banda Aceh, Jumat, 15 Juli 2016. Acara ini diwarnai dengan kegiatan donor darah massal.
Kepala BPJS Kesehatan Wilayah Aceh, Rita Masyita Ridwan, mengatakan, memasuki usianya yang ke-48 ini, BPJS Kesehatan telah mengalami masa transformasi beberapa kali. Mulai dari era BPDPK (1968-1988), era Perum Husada Bhakti (1988-1992), dan era PT. Askes (Persero) (1992-2013).
“Yang kesemuanya saat itu, masih mengelola program jaminan kesehatan dengan cakupan kepesertaan yang terbatas, hingga akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan Program JKN-KIS bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Rita selaku inspektur ucapara membacakan pidato kelembagaan Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Dirgahayu kali ini mengangkat tema Tingkatkan Profesionalitas, Mantapkan Integritas dan Dorong Budaya Hidup Sehat. Pada kesempatan itu Rita juga memaparkan sejumlah prestasi yang telah dicapai selama dua tahun sejak bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.
Ia merincikan, yaitu meraih penghargaan WTP selama dua tahun berturut, memperoleh penilaian yang baik (rapor hijau) dari Kantor Staf Kepresidenan atas capaian Distribusi KIS melalui pihak ketiga, dengan pencapaian 100,70%, “dan telah berhasil memenuhi target-target Annual Management Contract (AMC) Tahun 2015 dengan total capaian 102,54% dari target capaian 100% yang harus diraih.”