PADANG — Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Barat, Muslim Nur, mengajak warga Padang untuk merespons hasil riset Maarif Institute yang menyebutkan kota tersebut tidak Islami. Ia mengatakan saatnya umat Muslim di Padang bisa menyanggah riset tersebut.
“Masih perlu bukti kuat dari riset tersebut, namun sebagai sesama muslim sudah saatnya melakukan aktivitas yang memegang prinsip keislaman,” kata Muslim dikonfirmasi di Padang, Kamis (14/7).
Menurut dia, salah satu upaya yang dapat dilakukan umat Muslim yakni meramaikan masjid dengan beragam ibadah dan kegiatan lainnya.
Di masjid, sebuah pertemuan, musyawarah, sudah sebaiknya umat muslim saling menyatukan perbedaan namun tetap menjaga ketakwaan.
“Serius dan taat beribadah seperti shalat dan sedekah dapat menghancurkan stigma buruk tersebut,” ujar dia.
Dia mencontohkan apa yang telah dilakukan PITI dalam beberapa bulan ke belakang. Salah satunya menghimpun dan menerima aspirasi warga keturunan Cina yang ingin mengenal agama Islam lebih jauh.
Hasilnya tidak lebih 200 warga keturunan Cina di Sumbar menyatakan muallaf atau masuk agama Islam. “Setidaknya kami telah memiliki 200 orang lebih anggota PITI saat ini,” katanya menambahkan.