TERKINI
INTERNASIONAL

Banjir Besar Landa Negeri Rohingya, 12 Ribu Orang Mengungsi 400 Sekolah Tutup

Lebih dari 12.000 orang mengungsi akibat banjir karena hujan lebat yang merendam kelas di 400 sekolah

ZAMAH SARI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 851×

YANGON, Myanmar – Setidaknya sepuluh ribu orang telah mengungsi akibat banjir di wilayah hunian bangsa Rohingya, propinsi Rakhine barat, bagian utara negara Myanmar.

Kementrian Informasi dan Komunikasi Myanmar menyiarkan, hujan deras telah mengakibatkan banjir besar sehingga membuat mengungsinya 6.100 orang di kota Minbya Township, 2828 di Kyauktaw Township, 2527 di Mrauk U Township, dan 2.900 di Ann Township pada Jumat.

Para penduduk yang mengungsi berlindung di biara-biara, rumah dan tempat-tempat tinggi di kawasan terdekat.

“Daerah ini terkena banjir pada bulan Juli setiap tahun,” kata sekretaris pemerintah daerah Rakhine ini, Tin Maung Swe.

“Bantuan darurat termasuk makanan kering, air minum dan bahan keluarga disediakan oleh Kesejahteraan Sosial, Departemen Kependudukan telah mengirim bantuan,” katanya.

Banjir parah telah memaksa ditutupnya lebih dari 400 sekolah di Rakhine sampai waktu yang belum ditentukan.

Shwe Saw Maung, seorang petugas di kantor Minbya untuk pendidikan, mengatakan 204 sekolah di perkampungan tetap terendam.

“Saya tidak bisa memastikan kapan sekolah itu akan dibuka kembali. Volume kerusakan yang disebabkan oleh banjir masih belum diketahui,” tambahnya.

Sebuah organisasi non-pemerintah, Plan International Myanmar, melaporkan hari Kamis bahwa 12.200 orang mengungsi di lebih dari 41 desa di seluruh negara bagian.

“Selama dan setelah bencana, anak-anak sangat rentan, dan bisa mengalami stres dan telah mengurangi akses ke makanan, air dan tempat tinggal,” kata manajer pengembangan bisnis LSM, Enrico Rampazzo.

“Kami berkomitmen untuk memastikan anak-anak aman dan dilindungi.”

Rakhine, propinsi termiskin kedua di Myanmar, merupakan salah satu provinsi yang paling parah terkena dampak banjir besar tahun lalu, diperparah dengan serangan Topan Komen di sela hujan lebat.

Kelompok hak asasi Burma untuk Rohingya binaan Inggris mengklaim bahwa banjir serupa telah menewaskan lebih dari 50 orang di Rakhine pada tahun 2015.

“Pemerintah menyediakan bantuan untuk warga etnis Rakhine, sementara penduduk minoritas Rohingya Muslim benar-benar diabaikan,” katanya.[]Sumber:ANADOLU AGENCY

ZAMAH SARI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar