Juanda diminta untuk menyampaikan pengalamannya membangun bisnis berbasis sosial di kawasan Seulawah dalam tiga tahun terakhir.
NEW TAIPAE CITY Pendiri Saree School dan Beng Mawah Aceh, Juanda Djamal, menjadi salah satu keynote speaker di Social Enterprise Internasional Forum. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober 2015 hingga 2 November 2015 ini merupakan kerjasama antara Fu Jen University dengan Pemerintah Kota New Taipei.
Peserta yang hadir pada forum tersebut merupakan para pelaku social enterprise dari seluruh Taiwan dan China daratan. Dalam kegiatan tersebut, Juanda diminta untuk menyampaikan pengalamannya membangun bisnis berbasis sosial di kawasan Seulawah dalam tiga tahun terakhir.
Juanda Djamal memulai dengan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Taiwan yang telah berpartisipasi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. Menurutnya dukungan tersebut telah mengubah wajah Aceh menjadi lebih baik.
Konflik, damai dan rekonstruksi merupakan basis penting dalam membangun masa depan Aceh, maka pengaruh pemimpin sangat penting dalam mengarahkan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, kata Juanda.
Juanda mengatakan salah satu inisiatif masyarakat sipil untuk mendukung Pemerintah Aceh adalah membangun sebuah wilayah contoh pemulihan sosial-ekonomi pascakonflik. Menurutnya Seulawah di Aceh Besar terdiri dari 30 desa akhirnya menjadi pilihan karena tingkat kesejahteraan masyarakat di sana rendah tetapi potensi alam sangat tinggi.
Kemudian, wilayah contoh ini dimulai dengan potensi di sana, memanfaatkan dan mengkapitalisakannya menjadi modal, katanya.
Salah satu program yang dijalankan adalah memanfaatkan komoditi jagung yang menjadi prioritas. Pasalnya, jagung memiliki rantai produksi panjang yang bisa diolah menjadi pakan ungags. Sementara limbahnya pun dapat diolah menjadi pakan sapi maupun ternak lainnya.
Sehingga nilai lebih dari hasil produksinya dapat mendukung peningkatan keluarga. Akhirnya, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi anaknya, pendidikan, dan dijamin sumber rezekinya bersih dan halal, pemimpin ke depan Aceh dibesarkan dari sumber yang benar, kata Juanda.
Di sisi lain, Juanda juga menjelaskan pentingnya peranan Beng Mawah yang didirikannya. Menurutnya Beng Mawah selain untuk mempersiapkan petani menjadi bankable, juga memastikan pengelolaan modal produksi dan pemasarannya.
Termasuk mengelola keuangan keluarga dari anggotanya. Beng Mawah menjadi inti dari gerakan bisnis sosial yang sedang dibangun, tidak hanya mempengaruhi pasar tetapi menjaga keseimbangan pasar yang lebih fair, ujarnya.
Juanda mengatakan Saree School dengan Fu Jen University menjalin kerjasama untuk mendorong terjadinya transfer knowledge terutama teknologi. Bagi kami hal ini penting supaya industri pengolahan hasil pertanian dapat dijalankan ke depan, petani mendapatkan nilai lebih dari setiap produksi yang terus diinovasikan, katanya.
Menurutnya, kerjasama ini juga dapat memperkuat interaksi dan persaudaraan kaum muda Aceh dan Taiwan di masa depan. Saling berbagi pengalaman dalam membangun negerinya, kata Juanda seperti siaran pers yang dikirim ke portalsatu.com, Selasa, 3 November 2015.[]