LHOKNGA – Seluruh warga Tamil Sri Lanka akhirnya diizinkan turun dari kapal mereka yang terdampar di Pulo Kapuk, Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu, 18 Juni 2016. 43 orang pengungsi tersebut ditempatkan di sebuah tenda yang disediakan aparat keamanan pemautau lokasi itu.
Kepala Imigrasi Banda Aceh, Heri Sudiarto, mengatakan, pengungsi Tamil dari Sri Lanka ini diizinkan turun ke daratan lantaran kapal yang mereka tumpangi mengalami kemiringan akibat terjangan ombak dan mesinnya kembali rusak di perairan Lhoknga, Aceh Besar.
“Tadi malam cuaca di laut memburuk dan gelombang terus menerus menghantam kapal tersebut hingga hampir terbalik. Jadi, demi keselamatan, penumpang kapal tersebut diizinkan turun ke darat, hal itu juga sesuai instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ujar Heri.
Evakuasi warga Tamil itu berlangsung pada pukul 04:30 WIB yang dipimpin Kabag Ops Polres Aceh Besar dan dibantu TNI AD, AL, perwakilan Imigrasi, dan Tagana Dinsos Aceh.
“Hingga kini warga etnis Tamil itu diungsikan sementara ke tenda berukuran besar dan disediakan dapur umum yang tidak jauh dari lokasi tenda dengan dijaga ketat aparat gabungan,” kata Heri kepada portalsatu.com.
Mengenai sampai kapan para imigran ini ditempatkan di tenda tersebut, Heri belum dapat memastikan. “Kalau mesin sudah selesai diperbaiki, bahan bakar sudah cukup dan cuaca membaik, mereka akan dinaikkan kembali ke kapal untuk diberangkatkan,” pungkasnya.
Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Aceh, Achmad Samadan, sebagaimana disiarkan detik.com, mengatakan, pihaknya mengizinkan para imigran ini turun agar tim teknisi dapat lebih leluasa memperbaiki kapal. Mesin kapal yang rusak dan beberapa bagian yang bocor masih dalam penanganan teknisi.
“Semalam juga sempat badai dan ombak besar. Kapal sempat miring. Dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan makanya kita bawa mereka ke darat,” kata Samadan kepada wartawan di lokasi penampungan, Sabtu (18/6/2016).