BEBERAPA hari terakhir muncul isu terbaru tentang rekening listrik berstiker Partai Aceh di Kabupaten Aceh Jaya. Isu tersebut berhembus dengan sangat cepat, mulai dari media sosial, media online hingga ke media cetak.
Saya menilai ada sesuatu yang janggal dari isu tersebut. Dua Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya dari Fraksi Partai Demokrat dan Praksi Partai Golkar yaitu Teuku Hasyimi Puteh dan Teuku Asrizal, secara berapi-api menghantam program andalan pemerintah Aceh Jaya terkait listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu.
Semestinya jika dianggap stiker PA yang ditempel tersebut menyalahi dari aturan, mengapa mereka tidak dari dulu berkoar-koar? Mengapa baru sekarang diumbar ke media? Apa baru sekarang merasa kebakaran jenggot terkait program Partai Aceh? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang muncul di kalangan kawan-kawan mahasiswa.