RIYADH – Kebanyakan muda-mudi Saudi masa kini kata psikolog pernikahan lebih memilih 'misyar', alias praktik kawin kontrak. Hal ini karena mereka tidak sanggup membayar biaya hidup yang semakin mencekik leher.
Dalam survei terbaru oleh Surat Kabar Saudi Gazzette, rata-rata pesta pernikahan minimal 100 ribu Riyal (setara Rp 367 juta). Sedangkan untuk resepsi lebih mewah, belum termasuk mas kawin, dapat mencapai 1 juta Riyal.
Misyar di Indonesia lebih terkenal dengan kawin kontrak. Dengan aturan berumah tangga yang sama dengan pernikahan pada umumnya, namun memiliki jangka waktu tertentu.
“Kebanyakan pemuda Saudi tidak memiliki keinginan untuk menikah, seperti menjalani kehidupan berkeluarga yang diimpikan lawan jenis mereka,” tutur seorang konsultan rumah tangga, Nasser Al-Thubaiti, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (31/10).
Nasser menambahkan bila kini tingkat perceraian meningkat dan juga angka rata-rata berpoligami menurun di Negeri Petro Dollar itu.
“Semakin banyak dari mereka yang lebih berniat untuk menjalani bahtera kawin kontrak lantaran mereka tidak dibebankan kepada tanggungan hidup, mahar, hingga permasalah rumah tangga,” lanjutnya.