NEW JERSEY – Pernyataan Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump yang pernah menuduh ribuan warga Muslim di New Jersey bersorak-sorai merayakan runtuhnya World Trade Center pada serangan teror 11 September 2001, kembali menuai protes.
Saat warga Kota Jersey, New Jersey memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan, Selasa (7/6/2016), mereka mengingat kata-kata paling buruk yang diucapkan tokoh tersebut.
Ribuan orang bersorak-sorai, demikian pernyataan Trump merujuk pada empat persen warga Muslim di Jersey.
Anggota Young Republican Councilman di Point Pleasant New Jersey Michael Thulen, ragu atas gambaran yang disampaikan Trump tentang yang terjadi di New Jersey pada tanggal 11 September 2001.
Thulen ketika itu berkuliah di Universitas Negeri Montclair.
Saya tidak ingat melihat orang-orang bersorak-sorai, bukannya saya menolak pernyataan itu, tetapi beberapa hari setelah kejadian saya pergi ke kota Jersey membantu orang-orang di sana, dan saya tidak ingat ada orang yang bergembira dengan kejadian itu, kata dia.
Thulen yang akan menghadiri Konvensi Partai Republik di Cleveland Ohio Juli nanti menyebut dirinya menjadi pendukung Trump, karena terpaksa.
Namun, menjelang konferensi pers di TPS pemilihan pendahuluan di New Jersey, Gubernur Chris Christie menolak tuduhan bahwa Trump adalah sosok yang rasis.
Saya sudah mengenal Donald Trump selama 14 tahun dan Donald Trump tidak rasis, kata dia.
Saya yakin jika saya berdiam diri dan memikirkannya, ada saat-saat di mana saya merasa ada hal-hal yang seharusnya tidak dikatakan Trump, ujar Christie ketika ditanya apakah ia pernah merasa bahwa retorika Trump sudah melampaui batas.