LIVERPOOL — Mohammad Eghtedarian merupakan pendeta pembantu di Katedral Liverpool. Ia merupakan pengungsi Iran yang kemudian berpindah agama menjadi Kristen. Kini Eghtedarian bertugas membantu orang-orang mengembangkan iman mereka dan mengajukan permohonan status pengungsi.
“Keduanya saling terkait. Kebanyakan orang mengajukan permohonan suaka atas dasar agama mereka,” katanya seperti dilansir The Guardian, Ahad (5/6).
Eghtedarian mengisahkan perjalanannya sendiri kala mengungsi dari kota Shiraz, Iran ke Inggris. Ia harus melalui lusinan negara Eropa dengan truk, kereta api dan berjalan kaki. Dalam keadaan miskin dan ketakutan, ia ditawari dukungan praktis dan emosional dari warga Kristen di sepanjang jalan.
Sebelum diberikan suaka, Eghtedarian menghabiskan empat bulan di pusat penahanan di Tinsley House, dekat bandara Gatwick. Menurutnya, setiap hari adalah tantangan sekaligus sesuatu yang indah baginya. Tantangan sebab ia tak tahu apa akan dideportasi atau tidak, dan indah sebab ia merasa berada di tangan Tuhan.
Sekarang dia mengabdikan dirinya untuk membantu pengungsi lainnya. Menurutnya banyak orang putus asa, menghabiskan banyak uang dan membuang banyak uang.
“Mereka rentan, dilecehkan dan kadang-kadang (mereka telah) diperkosa. Pengalaman menjadi pengungsi itu merendahkan dan tidak manusiawi,” katanya.