SIGLI – Tindakan Kepala Biro (Karo) Kemahasiswaan Universitas Jabal Ghafur Gle Gapui Sigli, Teuku Syawal MPd, yang yang dinilai menyalahi aturan dan menyalahgunakan wewenang dikecam sejumlah aktivis mahasiswa Unigha.
Pejabat Sementara (PJs) Presiden Mahasiswa Unigha periode 2015-2016, Satria Akbar, misalnya, mengecam tindakan Karo Kemahasiswaan Unigha, Teuku Syawal, yang mengutus dua peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pekan Kewirausahaan Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh pada 25-27 April 2016 lalu secara sepihak.
Saya tahunya dari Presma Universitas Gunung Lauser, Muhammad Yusuf, bahwa undangan acara tersebut ditujukan untuk BEM, kata Satria, dalam siaran pers, dalam siaran pers LPM Pijar Unigha yang disiarkan portalsatu.com pada 6 Juni 2016.
Dari keterangan Muhammad Yusuf tersebut, kata Satria, dia juga tahu bahwa yang menjadi peserta dalam Bimtek PKM 2016 tersebut adalah utusan yang ditunjukkan sepihak oleh Karo Kemahasiswaan Unigha, Teuku Syawal.
Tindakan Karo Kemahasiswaan tersebut, lanjut Satria, sangatlah menciderai wibawa institusi Pemerintahan Mahasiswa (Pema), yang saat itu, berada di bawah kepemimpinannya.
Seharusnya surat undangan diberikan ke Pema Unigha. Masalah kemudian yang perginya bukan saya, ya, saya kan bisa tunjuk pengurus saya untuk ikut acara itu, tuturnya, <!–StartFragment–>Kamis 2 Juni 2016 malam, di Kota Sigli.
Salah seorang peserta PKM yang diutus oleh Karo Kemahasiswaan Unigha sebagai peserta Bimtek PKM 2016, Rudi Hermawan, membenarkan bahwa ia dihubungi langsung oleh Teuku Syawal.