REDELONG - Zul dan Suk, dua pria yang mengaku penyidik KPK dan mengantongi kartu pers, diduga telah memeras Darwin, SE, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan…
REDELONG – Zul dan Suk, dua pria yang mengaku penyidik KPK dan mengantongi kartu pers, diduga telah memeras Darwin, SE, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Benar Meriah. Dugaan tersebut menguat setelah polisi menemukan bukti transfer uang senilai Rp 20 juta, Jumat, 27 Mei 2016.
Zul dan Suk digelandang petugas setelah mendapat laporan dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah saat mendatangi kantor tersebut. Keduanya sempat mengaku sebagai penyidik KPK dan menerima uang Rp 200 ribu sebagai ongkos transport untuk kembali ke Banda Aceh. (Baca: Ngaku Penyidik KPK, Dua Oknum Wartawan Digari Polisi Bener Meriah)
Dalam pemeriksaan di kantor Polres Bener Meriah, ditemukan slip bukti transfer uang Rp 20 juta dari Darwin pada 12 Mei 2016.
“Ditransfer ke rekening Sukiman,” kata Kapolres Bener Meriah melalui Plt Kasat Reskrim Ipda Guntoro kepada awak media di Mapolres setempat, Jumat, 27 Mei 2016.
Menurut pengakuan, uang tersebut dikirim oleh Fadli sebagai suruhan Darwin. Namun sejauh ini polisi belum berhasil menghubungi Darwin dan Fadli lantaran sedang di luar daerah.
“Namun Fadli ngaku uang itu dikirim oleh orang lain yang merupakan suruhannya lagi. Orang suruhan Fadli itu sudah kita minta untuk ke Mapolres,” ujarnya.
Sebelumnya, mereka meminta uang sebanyak Rp 25 juta. Namun setelah nego, tersangka menerima tawaran Darwin yang bersedia membayar Rp 20 juta saja. Permintaan uang tersebut diduga erat kaitannya dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah di Bener Meriah.
“Mungkin ancaman ini pula yang membuat pak Darwin khawatir. Kalau salah satu isu itu terekspos, otomatis Darwin akan terangkat,” kata Ipda Guntoro.[](bna)