TERKINI
TAK BERKATEGORI

Tangani Konflik Gajah, Ini Alasan Pemkab Aceh Timur Gandeng LSM Asing

IDI - Keseriusan pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menangani konflik satwa liar kini benar-benar terbukti. Artinya, konflik gajah dengan manusia yang terjadi bertahun-tahun di pedalaman…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 599×

IDI – Keseriusan pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menangani konflik satwa liar kini benar-benar terbukti. Artinya, konflik gajah dengan manusia yang terjadi bertahun-tahun di pedalaman Aceh Timur kini berakhir dan tuntas tanpa harus mengorbankan gajah, bahkan kini ratusan gajah yang selama ini mengamuk dan masuk ke pemukiman penduduk ke depan akan digiring ke habitatnya menggunakan gajah jinak yang ada di CRU Serba Jadi.

Dalam penanganan ini tentu banyak pihak yang harus mendukung, seperti yang telah dilakukan dinas perkebunan dan kehutanan Kabupaten Aceh Timur di bawah tampuk pimpinan Iskandar SH yang telah mengandingkan tangan dengan beberapa lembaga Asing pemerhati  lingkungan. Pemkab Aceh Timur juga menargetkan  tahun 2017 CRU yang telah dibangun itu terfungsikan secara maksimal sehingga konflik gajah dengan manusia teratasi dengan baik tanpa kerugian semua pihak.

“Tentu ada kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan sebuah program dalam hal ini mengatasi konflik gajah. Namun berkat dukungan dari semua pihak pemkab Aceh Timur tidak tinggal diam, konflik gajah yang terjadi selama ini telah kita atasi bersama, bukti adanya pembangunan CRU berikut pembangunan barrier, pun demikian pemkab Aceh Timur pada menrgetkan tahun 2017 CRU akan beroperasi dengan maksimal sehingga gajah liar tidak adalagi yang korban,” ujar Iskandar SH saat ditemui Portalsatu.com di ruang kerjanya, Kamis, 26 Mei 2016.

Iskandar mengakui selama ini empat ekor gajah jinak yang telah beroperasi belum maksimal untuk membendungi aksi gajah- gajah liar, lantaran jumlah dan bobot gajah liar sangat jauh bandingannya dari tenaga gajah jinak yang ada di CRU Serba Jadi, namun kata dia, ke depan  jika gajah jinak terancam fatal, dinasnya terus melakukan kerjasama dengan pihak BKSDA untuk menambahkan bantuan gajah- gajah jinak lainnya yang ada di Aceh.

“Hasil survei kita di lapangan selama ini gajah jinak kita kalah dengan bobot gajah liar yang begitu brutal. Sudah beberapa kali kita melakukan tindakan untuk menggiring sehingga hampir mengakibatkan fatal kepada gajah kita, nah upaya inilah kami bersama BKSDA kemungkinan besar akan menambahkan bantuan gajah-gajah jinak lainnya,” katanya.

Ditanyai mengapa pembangunan barrier tidak dibangung di kawasan Seumanah Jaya yang selama ini dikabarkan begitu marak aksi gajah liar? Iskandar mengatakan kawasan Seumenah Jaya berada disekeliling perusahan perkebunan swasta, dalam hal ini mereka telah berkomitmen untuk membangun barrier gajah, bentuk itu pula merupakan peduli perusahan kepada masyarakat di sana.

“Maka pemkab Aceh Timur dengan Pemilik Perusahaan telah memiliki kesepekatan  mereka telah menyatakan akan membangun barrier disana. Pun demikian jika mereka tidak berkomitmen maka kita akan meninjau kembali surat izin perusahaan tersebut,” katanya.

Ditanyai mengenai keterlibatan lembaga asing, dia menyebutkan keterlibatan pihak luar merupakan hasil kerjasama pihaknya selama ini, salahsatu di antaranya lembaga Forum Konservasi Leuser (FKL) yang ikut membantu penyelesaian konflik gajah dengan manusia. Tidak hanya itu lanjut Iskandar bentuk kepedulian mereka terhadap hutan Aceh  juga sangat serius.

“Kita sangat bersyukur nenek moyang kita di Aceh telah menitipakan hutan kepada kita sekarang. Mengapa mereka lembaga asing begitu serius peduli dengan hutan di Aceh? Salah satu penyebabnya adalah mereka kepada saya mengatakan di sana tidak ada hutan lagi yang bisa dilindungi, sudah banyak  hutan dirambas untuk dibangun gedung- gedung besar berdasarkan itulah mereka sangat simpatisan dalam mendukung program kita melindungi hutan,” pungkas Iskandar, seraya berharap masyarakat Aceh tidak ada lagi yang menebang hutan secara liar yang berakibat kepada punahnya satwa liar yang dilindungi terutama gajah serta bencana alam.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar