ISLAMABAD – Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali Khan mengaku akan melakukan uji DNA terhadap jasad yang dibunuh dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat, di perbatasan Afganistan akhir pekan lalu.
Tes DNA ini dilakukan demi memastikan tewasnya pemimpin Taliban Mullah Mohammed Akhtar Mansour.
Dalam sebuah konferensi pers di Islamabad, Selasa (24/5/2916), Khan sejauh ini masih belum bisa memberikan keterangan resmi tentang kepastian tewasnya Mansour.
Sekalipun, Washington, Kabul, dan sejumlah komandan senior kelompok pemberontak Taliban sudah membenarkan kabar kematian tersebut. Sementara, Taliban pun belum secara resmi mengungkapkan kepastian kabar itu.
Di sisi lain, Khan mengecam keras langkah AS yang melakukan serangan drone. Hal itu dianggap sebagai kekerasan atas kedaulatan Pakistan dan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Baca: Serang Perbatasan Pakistan, AS Akui Sasar Pemimpin Taliban Mullah Mansour
Seperti dikutip dari Associated Press, Khan menyebut, Pemerintah AS baru memberitahukan aksinya tujuh jam setelah serangan.
Setelah serangan itulah, ditemukan dua jasad di dalam sebuah mobil yang terbakar parah. Salah satu di antara jasad itu dikenal sebagai sopir dan telah dikembalikan kepada pihak keluarga.