Langsung ke konten

Kutunggu Kabarmu

Sabtu, 26 September 2026

Artikel

Diskusi Political Club Angkat Tema Indentifikasi Pemberlakuan DOM di Aceh

<!-- wp:freeform -->
<p>BANDA ACEH - Political Club Prodi Ilmu Politik kembali melaksanakan diskusi rutin di aula Perpustakaan Unsyiah, Kamis, 19 Mei 2016.</p>

<p>Tema yang diangkat kali ini adalah “Mengidentifikasi Perlakuan Daerah Operasi Militer di Aceh, sebagai Penyebab Penurunan Perekonomian". Tema ini sengaja diangkat mengingat pada bulan Mei menurut dari catatan sejarah merupakan bulan yang begitu membekas di dalam benar rakyat Aceh, di mana pada bulan ini tepat pada tahun 1989 Aceh diberlakukan sebagai Daerah Operasi Militer.</p>

<p>Aceh dan konflik adalah sesuatu yang sulit dipisahkan satu sama lain, karena memang sejak lama Aceh sudah akrab dengan “konflik”. Secara <em>de facto</em>  Aceh terakhir berkonflik ialah pada tahun 2005, hal ini kita mengacu ke dalam perjanjian damai antara GAM dan RI, yang sepakat berdamai pada tanggal 15 Agustus 2005. Maka dari pada itu Aceh tidak pernah lagi melakoni konflik dan semenjak itu Aceh hanya fokus pada masa transisi saja atau dengan kata lain hanya fokus di dalam pemulihan daripada dampak-dampak yang dihasilkan oleh konflik.</p>

<p>“Konflik memiliki peranan di dalam mendorong penurunan perekonomian, yang mana di saat konflik meletus, tentu masyarakat tidak bisa sembarangan di dalam mencari nafkah yang selanjutnya diimplementasikan lewat kekurangan sandang dan pangan, maka terjadilah krisis di Aceh harga barang-barang semakin tinggi dan sulit dijangkau karena kekurangan stok yang tersedia, belum lagi pihak-pihak investor enggan masuk ke Aceh takut keamanan usahanya terganggu atau juga diganggu oleh pihak berkonflik,” ujar Jakfar, salah satu dari anggota Political Club, dalam sela-sela pemaparannya. </p>

<p>“Sektor pendidikan juga berperan di dalam peningatan perekonomian, kita lihat saja negara-negara maju hampir rata-rata pendidikannya sangat bagus, maka ini menunjukkan bahwa pendidikan dan perekonomian adalah dua hal yang memiliki keterkaitan dan sangat tidak bisa dipisahkan, bila konflik tentunya di sektor pendidikan akan terganggu, hal ini nyata terjadi konflik bahkan ketika kontak senjata sudah begitu parah maka besoknya sekolah diliburkan dan masyarakat diungsikan, maka bayangkan saja bagaimana nasib anak-anak Aceh yang sedang menuntut ilmu, oleh karenanya pemberlakukan Daerah Operasi Militer memiliki dampak di dalam penurunan perekonomian di Aceh, ditambah lagi dengan trauma akut yang dimiliki oleh sebagai masyarakat Aceh sehingga membuat ia takut terhadap sesuatu yang teralu berlebihan,” ujar Munawwar.</p>

<p>Di akhir diskusi saudara moderator merangkum beberapa point terkait dengan diskusi, karena sudah seyogianya generasi ini dipersiapkan untuk membuat Aceh namun dengan adanya pemberlakukan DOM di Aceh maka membuat cita-cita mereka terabaikan. "Sebenarnya pihak RI dan GAM bisa menyelesaikan masalah secara persuasif saja tanpa harus berkonflik terlalu lama," ujar Tarmizi selaku moderator.[]</p>

<p><em><strong>Dikirim oleh Munawar Sigli</strong></em></p>
<!-- /wp:freeform -->

Jadilah yang pertama menyukai 0 komentar
Komentar

0 Komentar

Unggah Video

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan video Anda.

Masuk Daftar Gratis

Unggah Gambar

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan foto Anda.

Masuk Daftar Gratis

Tulis Artikel

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan tulisan Anda.

Masuk Daftar Gratis

Pedoman Komunitas SUMATRApost

  1. Tanpa pornografi. Konten bermuatan seksual, ketelanjangan, atau ajakan asusila ditolak otomatis.
  2. Tanpa kekerasan. Konten sadis, ancaman, atau ajakan melukai orang lain ditolak otomatis.
  3. Tanpa SARA. Ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan ditolak otomatis.
  4. Jujur & bertanggung jawab. Jangan sebarkan hoaks. Sebutkan sumber bila mengutip.
  5. Hormati privasi. Jangan unggah data pribadi orang lain tanpa izin.
  6. Konten yang dilaporkan banyak pengguna akan diturunkan untuk ditinjau.

Disukai oleh