TERKINI
TAK BERKATEGORI

Usai Operasi Caesar, Warga Lhokseumawe Ini Mengeluh Sakit Hingga…

LHOKSEUMAWE - Fahwardhiah, 33 tahun, warga Jalan Darussalam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe mengeluhkan sakit akibat pembengkakan di perutnya. Setelah menjalani operasi caesar (sesar) di Rumah…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 2.7K×

LHOKSEUMAWE – Fahwardhiah, 33 tahun, warga Jalan Darussalam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe mengeluhkan sakit akibat pembengkakan di perutnya. Setelah menjalani operasi caesar (sesar) di Rumah Sakit (RS) Bunda Lhokseumawe, ia hingga kini masih merasakan sakit.

“Pada Februari lalu, saya melakukan operasi caesar yang ditangani dokter Hanafiah, SpoG, sebagai dokter ahli kandungan,” kata Fahwardhiah alias Wardhiah kepada portalsatu.com, Rabu, 18 Mei 2016.

Menurut Wardhiah, setelah operasi melahirkan tersebut, perutnya masih terasa sakit dan tak kunjung membaik. Rasa nyeri dan perih terus terasa, meski buah hatinya dalam kondisi sehat.

“Sejak sakit itu, saya beberapa kali mengeluh dan bolak balik ke RS Bunda, tapi hanya ditangani perawat untuk mengganti perban. Saat saya minta diperiksa dokter, mereka (RS Bunda) tidak mengubris, bahkan hanya sebutir sanmol diberikan untuk meredakan demam saya,” ujarnya

Melihat kondisi demikian, Wardhiah didampingi suaminya mencoba berobat ke Rumah Sakit Melati Lhokseumawe guna memeriksa penyakitnya tersebut. Namun, dokter di sana enggan melakukan operasi ulang, mereka menyarankan untuk kembali ke RS Bunda.

“Tetapi saya tidak mau karena saya sudah putus asa dengan sikap mereka, akhirnya saya memohon untuk ditangani di RS Melati,” ujar Wardhiah.

Menurut dia, atas dasar kemanusian, akhirnya dokter Nanda di RS Melati melakukan operasi ulang. Setelah operasi tersebut, rasa nyeri pun mulai membaik beberapa hari.

Wardhiah menambahkan, merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya tersebut, pihak keluarga berinisiatif untuk membawanya ke RS Hospital Denpasar Bali sebab orang tuanya menetap di sana.

“Sesampai di sana keluarga meminta saya untuk berobat ke KPJ Hospital Kuala Lumpur untuk memastikan penyakit tersebut, dan di sana (Kuala Lumpur) baru terdeteksi jika operasi pertama saya terjangkit bakteri dan virus,” kata Wardhiah sambil menunjukkan hasil diagnosa dari rumah Sakit di Kuala Lumpur.

Berdasarkan penjelasan pihak Hospital KPJ Kuala Lumpur kepada Wardhiah, beruntung ia cepat dibawa ke sana. Jika terlambat rahim Wardhiah terpaksa diangkat karena terjadi infeksi akibat bakteri dan virus, bahkan berpotensi berakibat fatal atas keselamatan dirinya.

“Saya hampir kehilangan rahim sekaligus nyawa jika terlambat beberapa hari tiba di Kuala Lumpur. Alhamdulillah, meski masih belum sempurna pulih, namun saya telah bisa bangkit dari tempat tidur dan berjalan pelan,” katanya.

Wardhiah menyebut ia tidak terima atas perlakuan pihak RS Bunda yang terkesan mengabaikan keluhannya. “Saya hanya meminta mereka bertanggung jawab atas derita yang saya alami saat ini, bukan hanya materi tetapi waktu dan sakit saya tidak sebanding apa yang telah saya keluarkan,” ujar dia sambil menyatakan akan melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat.

Manajemen RS Bunda Lhokseumawe, M. Nurdin dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu, 18 Mei 2016, membenarkan Fahwardhiah merupakan pasien yang telah menjalani operasi caesar beberapa bulan lalu.

Menurut Nurdin, setelah operasi itu, Wardhiah dan bayinya sehat tanpa masalah. “Semua ada rekam mediknya. Usai operasi memang sering terjadi rasa nyeri, namun bukan berarti infeksi seperti penuturan pasien, dan pihak rumah sakit telah melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap bertangung jawab atas kejadian itu dengan memberikan pelayanan sampai sembuh. Bahkan, kata dia, pihaknya telah dilakukan mediasi agar masalah ini diselesaikan secara baik-baik. “Hasil mediasi pasien emosi, mungkin karena masih sakit, namun prinsipnya kita tetap terbuka dalam membantunya hingga pulih,” ujar Nurdin.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar