Oleh: Wanhar Lingga
Berkunjung ke Aceh tidak sah rasanya ketika tidak mengunjungi Pulau banyak. Pulau Banyak adalah gugusan pulau-pulau di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Luas wilayah secara keseluruhan mencapai 27,196 ha. Ada 99 pulau di gugusan Pulau Banyak terdiri dari pulau-pulau kecil dan pulau besar yang saat ini menjadi lirikan wisatawan asing.
Sebagai daerah kepulauan, Pulau Banyak memiliki laut yang cukup luas juga pantai yang sangat panjang dan indah. Pantai-pantai di Pulau Banyak tidak kalah dengan pantai-pantai lain yang ada di Indonesia. Pasir putihnya yang begitu lembut, deretan daun-daun kelapa yang rindang semakin menambah keindahan suasana pemandangan alam pulau banyak. Indahnya panorama sunset juga bisa kita saksikan di sini dan menjadi tontonan yang mengasyikkan.
Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pulau Banyak bisa dicapai melalui pelabuhan Singkil di Kampung Pulo Sarok via ferry selama 4-5 jam. Dari Kota Medan, Anda bisa menumpang mobil travel dengan harga Rp 110.000 yang akan membawa Anda ke Singkil tepatnya di Pulo Sarok menggunakan perjalanan darat selama delapan jam. Atau jika ingin cepat Anda juga bisa mengunjungi Singkil via penerbangan Medan-Singkil menggunakan pesawat berukuran kecil setiap hari Rabu, dengan harga Rp 140.000 yang akan mengantarkan Anda ke Bandara Syeh Hamzah Fansyuri.
Surfing
Jika Anda hobi surfing, di Pulau Banyak ada sekitar 12 titik ombak untuk selancar yang cukup panjang dan mencapai ketinggian enam meter yang tersebar di Pulau Bengkaru, Ujung Silingar dan bagian selatan Pulau Tuangku. Titik selancar yang paling banyak dikunjungi oleh peselancar adalah pantai Amandangan dan pantai Pelanggaran di Pulau Bangkaru.
Adalah Marcus Keeshan pada 2001 silam yang pertama kali menemukan ombak Pulau Banyak sehingga menggoda peselancar. Kemudian dia mempublikasikan kehebatan ombak Bangkaru sebagai tempat surfing terbaik di dunia. Menurutnya ombak di kawasan ini sangat ideal bagi peselancar kelas dunia karena tingginya mencapai enam meter. Begitu pula lokasinya. Airnya dingin, ikan hiu jarang ditemui, tempat berselancar berada satu sampai dua meter di atas karang dan musim selancar relatif panjang.