BANDA ACEH – Banyak pihak yang ingin mengetahui bagaimana kiprah perempuan di Partai Demokrat Aceh. Dua nama yaitu Dr. Ir. Diah Erti Idawati, M.T dan Hj. Fitriah Ibnu Rusdi, A.Md, adalah dua sosok paling berpengaruh di partai berlambang bintang merci di Aceh itu.
Mengangkat potensi perempuan di pedesaan, dan jaringan untuk perempuan pekerja dalam kaitan peningkatan ekonomi rakyat, merupakan kegiatan utama yang dijalankan Persaudaraan Perempuan Demokrat Aceh (PPDA), sebuah lembaga non politik yang dijalankan para istri politisi dari partai Demokrat.
“PPDA lahir dari keinginan untuk mendorong profesi suami, sekaligus ingin berkontribusi pada kemajuan perempuan Aceh,” kata Dr. Diah, yang tak lain adalah istri Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah, selaku penggagas dan ketua PPDA saat berbincang, Minggu, 15 Mei 2016.
Dr. Diah merupakan dosen Arsitektur senior di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh.
Ia sangat peka pada persoalan perkotaan lantaran gelar Doktor yang diraihnya di University of Melbourne, Australia pada 2009 lalu menyangkut sistem perencanaan kota. Terpanggil dan mengangkat persoalan perempuan lantaran gelar magisternya menyangkut perumahan dan permukiman manusia.