LHOKSUKON Kodim 0103/Aceh Utara dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan tanam padi perdana di areal perluasan lahan Gampông Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 12…
LHOKSUKON Kodim 0103/Aceh Utara dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan tanam padi perdana di areal perluasan lahan Gampông Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 12 Mei 2016. Selain itu ikut dilakukan penyerahan alat pertanian kepada kelompok tani.
Turut hadir di lokasi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Luczisman Rudy Polandi, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Oktavian Wahyu Cahyono, Staf ahli Gubernur Ir Iskandar A Gani, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon Teuku Rahmatsyah, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon, Waka Polres Aceh Utara Kompol Suwalto dan pejabat lainnya.
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib mengatakan, luas lahan produktif di Aceh Utara hanya sekitar 25.000 Ha. Ia sangat berterima kasih karena selama ini TNI sudah membantu untuk membangunkan lahan tidur.
Di sini Pangdam, Gubernur, Kapolda dan instansi terkait dari provinsi akan membantu membangunkan lahan tidur. Tidak ada istilah kendala air karena kita masih bisa menggarap lahan dengan sistem tadah hujan. Hanya saja kita harus melihat humus tanah, sehingga tahu cocoknya ditanami apa, ucapnya.
Cek Mad menambahkan, pihaknya mendukung upaya pertanian di Aceh Utara dengan pembangunan Waduk Krueng Keuretoe dan Waduk Sawang. Ini untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan irigasi. Tahun 2022 migas akan habis, maka Aceh butuh SDM wawasan nasional, katanya.
Di lokasi yang sama, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Luczisman Rudy Polandi usai kegiatan menyebutkan, total cetak sawah yang dilakukan TNI seluas 15.300 Ha dan tersebar dalam 14 kabupaten yang ada di Aceh. Namun yang terluas di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang mencapai 400 Ha lebih.
Ia mengatakan, kerja sama yang terjalin dengan Kementerian Pertanian itu dalam rangka pelaksanaan ketahanan pangan tingkat nasional.
Selama ini beras masih diimpor dari negara lain. Untuk ke depannya ditargetkan dapat menghasilkan beras sendiri secara nasional, sehingga tidak perlu lagi beras impor. TNI mendukung penuh ketahanan pangan nasional ini, mengingat TNI punya babinsa dan Koramil di setiap daerah yang siap bekerja sama dengan masyarakat, ujar Mayjen Luczisman.[](ihn)