TERKINI
GAYA

Panggilan Kekerabatan Dalam Masyarakat Singkil

Ada banyak sapaan atau panggilan kekerabatan yang diucapkan oleh suatu kelompok masyarakat. Begitu juga halnya dengan masyarakat Singkil. Orang Singkil memiliki marga dan mendiami sepanjang…

RAZIE SABANG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 8.5K×

Ada banyak sapaan atau panggilan kekerabatan yang diucapkan oleh suatu kelompok masyarakat. Begitu juga halnya dengan masyarakat Singkil. Orang Singkil memiliki marga dan mendiami sepanjang aliran sungai Soraya di Simpang Kiri dan sungai Cendenag di Simpang Kanan. Bahkan hingga ke hulu sungai di wilayah Singkil lama.

Masyarakat Singkil memiliki 'tata krama' khusus dalam memanggil seseorang, misalnya bagaimana seorang anak bertutur sapa kepada orang tua dan sanak saudaranya. Jika pola komunikasi ini tidak baik maka bisa menyebabkan ketersinggungan. Seseorang yang tersinggung bisa saja mengeluarkan ucapan seperti “mende-mende kona mencerok da!” yang artinya “bagus-bagus kamu berbicara ya!”

Khususnya bagi masyarakat suku Singkil, hal ini harus dipahami benar. Namun tak ada salahnya juga jika Anda yang bukan orang Singkil untuk mengetahuinya. Berikut beberapa sebutan atau panggilan sehari-hari dalam masyarakat Singkil:

Imbang = teman akrab,bisa saja juga disebut sahabat.
Ogek/Tambo/Tapun artinya abang/saudara kandung. Pangilan kepada saudara paling tua atau pangilan kepada orang yang lebih tua dari kita

Uti/Uteh; panggilan kepada kakak perempuan yang lebih tua

Pogek/Pakerek/Pak etek/Muteh; panggilan kepada paman adik dari orang tua laki-laki

Mogek/Mamak/Mambo(Puhun); panggilan kepada paman dari orang tua perempuan

Memberu/pak sayang; panggilan kepada suami bibi adik/kakak perempuan orang tua laki-laki

Tua; panggilan kepada orang tua sepupu dengan orang tua laki-laki maupun orang perempuan

Etek/apun/cekerek; panggilan kepada adik perempuan orang tua

Takogek/Takajo; panggilan untuk abang ipar

Sabat; panggilan kepada saudara sepupu baik laki-laki maupun sepupu perempuan

Emak/Cak; panggilan kepada orang tua perempuan (ibu)

Bayo ku; panggilan kepada suami adik/kakak perempuan

Uwan; panggilan kepada kakek laki-laki

Adong; panggilan kepada nenek dari orang tua perempuan

Nempak; panggilan nenek perempuan dari orang tua laki-laki

Nek ambo/ Nek ami; panggilan kepada nenek kakak/adik dari nenek laki-laki maupun nenek perempuan

Cambo/Ogah/Cuteh/; panggilan kepada bibik

Tak uti/Kaka; pangilan kepada kakak ipar.[](ihn)

RAZIE SABANG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar