Julian Philip (50), mantan korban sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, memaparkan kesaksiannya soal aktivitas kelompok yang telah berafiliasi dengan ISIS tersebut.
Pengakuan pria beragama Kristen asal Minahasa Manado ini, di markas Abu Sayyaf, selalu terdengar lantunan suara orang mengaji dan melakukan salat lima waktu. Suasana itu (salat dan mengaji) setiap hari terjadi, kata Julian di Manado, Rabu, 4 Mei 2016.
Bahkan, sejak awal disandera kelompok Abu Sayyaf, Julian dan rekannya langsung diingatkan oleh Kapten mereka Peter Tonsen Barahama untuk mengaku sebagai Muslim.
Sebab, konon kabarnya dengan mengaku Muslim, maka sandera tidak akan mendapatkan perlakuan buruk dari anggota kelompok bersenjata Abu Sayyaf.
Sejak awal, Kapten Peter Tonsen Barahama meminta kepada teman-temannya agar menyebutkan kalau mereka semua Muslim, sehingga tidak mendapat siksaan dari Abu Sayyaf,” kata Julian.