TERKINI
HUKUM

Ditarik dari Mobil Pemadam, Seorang Petugas Tergilas dan Tewas

LHOKSEUMAWE – Seorang petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Lhokseumawe dilaporkan tewas saat menjalankan tugasnya memadamkan api di kawasan Cot Plieng, Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 12.3K×

LHOKSEUMAWE – Seorang petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Lhokseumawe dilaporkan tewas saat menjalankan tugasnya memadamkan api di kawasan Cot Plieng, Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin, 25 April 2016, malam. Petugas pemadam itu, Fasdar, tewas dengan kondisi luka berat di bagian kepala dan paha.

Informasi diperoleh portalsatu.com di lokasi kejadian, awalnya terjadi kebakaran di kawasan tersebut yang menghanguskan enam rumah toko (ruko) permanen dan satu berkonstruksi kayu.

“Mulanya sekitar pukul 22.00 WIB, kawasan Cot Plieng listriknya padam. Saat itu tiba-tiba keluar api dari belakang salah satu toko tersebut,” sebut Marwan, salah seorang saksi mata.

Marwan menjelaskan, api yang mulai membesar langsung merambat ke seluruh isi  toko tersebut hingga menghanguskan semuanya.

“Puluhan menit kemudian, datanglah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Aceh Utara dari Landeng. Mereka langsung mematikan sisa api kebakaran,” tambah Marwan.

Menurut Marwan, beberapa saat kemudian datang satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Lhokseumawe. Setibanya di sana, mereka diusir oleh massa dan diminta tidak usah menyiram air lagi untuk memadamkan api karena datangnya terlambat.

“Dengan kondisi massa yang ramai, mobil damkar tersebut mencoba pergi dari lokasi dengan keadaan tersentak- sentak, akhirnya petugas yang berada di atas mobil jatuh ke bawah dan terlindas ban belakang hingga tewas di tempat,” ujar Marwan.

Melihat kejadian itu, massa langsung meminta mobil damkar tersebut berhenti, kemudian sempat dilempari oleh masyarakat hingga terjadi keributan dan akhirnya mobil damkar berhenti di tengah jalan.

Sementara itu versi berbeda dikatakan Irwadi, petugas pemadam kebakaran Pemerintah Kota Lhokseumawe kepada para wartawan di Rumah Sakit Cut Meutia, saat membawa jenazah Fasdar, warga Cot Mamplam,
Kandang, Kecamatan Muara Dua, yang tergilas mobil damkar tersebut.

“Saat tiba di lokasi massa sudah terlihat ramai, mobil damkar tersebut langsung diserbu massa yang sudah tidak terkontrol,” kata Irwadi, salah seorang petugas damkar dibenarkan oleh Zulkifli Adam, petugas RAPI setempat.

Menurut mereka, awalnya memang benar sudah datang dua mobil damkar milik Pemkab Aceh Utara yang pos di Landeng, kemudian baru tiba dampar dari Pemko Lhokseumawe.

“Sampai di lokasi mobil damkar berjalan dengan pelan, namun sejumlah massa sudah menunggu mobil tersebut untuk menghadang agar tidak menyiram air lagi akibat sudah telat,” tambahnya.

Kata Zulkifli, dirinya sudah berupaya menyampaikan kepada massa bahwa jalan tertahan (macet) dan pastinya sedikit telat. Akan tetapi, penjelasan itu tidak diindahkan oleh massa dan akhirnya terjadilah insiden tersebut.

Pah di lokasi Fasdar (korban tewas) yang duek di sampeng super langsong ditarek lee massa u luwa. Pah wate ditarek ret, dan langsong meugilho ngon ban likot moto pemadam,” sebut Zulkifli.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Plh. Kapolsek Syamtalira Bayu Ipda Maijoni membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar adanya kejadian kebakaran dan tewasnya seorang petugas pemadam kebakaran dari Pemko Lhokseumawe. Untuk kronologisnya pihak kita sedang melakukan penyelidikan lanjutan,” sebut Ipda Maijoni.

Jenazah Fasdar langsung dibawa pulang ke rumah duka di kawasan Cot Mamplam, Kandang, Kecamatan Muara Dua, setelah dilakukan visum di kamar mayat Rumah Sakit Cut Meutia.[](tyb)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar