LHOKSEUMAWE Seorang petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Lhokseumawe dilaporkan tewas saat menjalankan tugasnya memadamkan api di kawasan Cot Plieng, Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin, 25 April 2016, malam. Petugas pemadam itu, Fasdar, tewas dengan kondisi luka berat di bagian kepala dan paha.
Informasi diperoleh portalsatu.com di lokasi kejadian, awalnya terjadi kebakaran di kawasan tersebut yang menghanguskan enam rumah toko (ruko) permanen dan satu berkonstruksi kayu.
“Mulanya sekitar pukul 22.00 WIB, kawasan Cot Plieng listriknya padam. Saat itu tiba-tiba keluar api dari belakang salah satu toko tersebut,” sebut Marwan, salah seorang saksi mata.
Marwan menjelaskan, api yang mulai membesar langsung merambat ke seluruh isi toko tersebut hingga menghanguskan semuanya.
“Puluhan menit kemudian, datanglah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Aceh Utara dari Landeng. Mereka langsung mematikan sisa api kebakaran,” tambah Marwan.
Menurut Marwan, beberapa saat kemudian datang satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Lhokseumawe. Setibanya di sana, mereka diusir oleh massa dan diminta tidak usah menyiram air lagi untuk memadamkan api karena datangnya terlambat.
“Dengan kondisi massa yang ramai, mobil damkar tersebut mencoba pergi dari lokasi dengan keadaan tersentak- sentak, akhirnya petugas yang berada di atas mobil jatuh ke bawah dan terlindas ban belakang hingga tewas di tempat,” ujar Marwan.
Melihat kejadian itu, massa langsung meminta mobil damkar tersebut berhenti, kemudian sempat dilempari oleh masyarakat hingga terjadi keributan dan akhirnya mobil damkar berhenti di tengah jalan.
Sementara itu versi berbeda dikatakan Irwadi, petugas pemadam kebakaran Pemerintah Kota Lhokseumawe kepada para wartawan di Rumah Sakit Cut Meutia, saat membawa jenazah Fasdar, warga Cot Mamplam,
Kandang, Kecamatan Muara Dua, yang tergilas mobil damkar tersebut.