Anggota parlemen Australia Dennis Jensen terdepak terkait adegan seks kasar seorang pemimpin fiktif Indonesia dalam sebuah novel karyanya yang beredar di situs Amazon.
The Australian mengutip sebuah peristiwa dalam novel itu yang menggambarkan adegan sesudah sebuah pesawat tempur Australia ditembak jatuh Indonesia di Samudera Hindia.
Dalam novelnya, diktator Indonesia (fiktif) Rajiv Rono, digambarkan mengatakan kepada gundiknya, Yasmine, bahwa “orang-orang Australia yang angkuh itu tak akan tahu apa yang menghantam mereka!” Lalu ia mencabik blus Yasmin, “Sama sekali tak peduli pada protes Yasmine,” dan menikmati “buah kemenangannya.”
Dr Jensen, adalah seorang konservatif di partai Liberal yang dikenal lantang menyuarakan penentangan terhadap perkawinan sejenis dan seorang yang skeptis terhadap perubahan iklim. Tahun 2008 ia memboikot pernyataan maaf negara terhadap 'Generasi Yang Dicuri,' dan belum lama ini membangkitkan kemarahan publik ketika mengatakan bahwa pembayar pajak seharusnya tidak mendanai 'gaya hidup liar yang mewah' masyarakat Aborigin di kawasan terpencil.
Pandangannya disenangi sekelompok broker kekuasaan dari sayap Kristen evangelis partai. Namun dalam konvensi lokal Partai Liberal awal bulan ini dari kawasan pemilihannya, Dennis Jensen tersingkir secara memalukan dengan hanya memperoleh tujuh suara, jauh di bawah pesaingnya Ben Morton, yang mendapat 57 suara.
Jensen yang marah besar menuding kekalahannya disebabkan oleh 'kampanye hitam,' terkait harian The Australian, yang hari sebelumnya mengungkapkan adanya buku The Skywarriors, novel yang ditulisnya tentang perang imajiner antara Australia dengan Indonesia di bawah sebuah rezim imajiner yang didukung Cina.