SUBULUSSALAM Wali Kota Subulussalam Merah Sakti, S.H., mencopot salah seorang pejabat eselon II (kepala dinas/kadis) lantaran dinilai meremehkan pimpinan daerah dengan cara melakukan perjalanan dinas luar (DL) tanpa meminta izin.
Saya mengetahui ada pejabat eselon II melakukan perjalanan dinas luar daerah tanpa memperoleh izin, sementara saya berada di daerah. Hari ini saya berhentikan pejabat tersebut,” ujar Wali Kota Merah Sakti saat melantik ratusan pejabat eselon II, III, IV, termasuk kepala sekolah di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, Jumat, 22 April 2016.
Merah Sakti menyebut jabatan diberikan kepada kepala dinas atau SKPK merupakan amanah. Tetapi kepercayaan yang kita berikan itu dibalas dengan tindakan tidak terpuji seperti air susu dibalas air tuba, katanya.
“Kadang kadis tersebut tidak sadar jabatan telah saya berikan, masih saya menjabat diperlakukan seperti ini, bagaimana jika saya tidak lagi menjadi Wali Kota Subulussalam. Mungkin jumpa di jalan pun pejabat tersebut tidak mau tegur atau menyapa dengan saya,” tegas Merah Sakti tanpa menyebut nama pejabat dimaksud.
Menurut Merah Sakti, pejabat yang patuh lebih baik dipertahankan daripada pejabat pintar, tapi menikam dari belakang. Karena saya paling tidak suka ada pejabat ke Jakarta, tapi tidak melapor kepada saya, tegas dia lagi.
Adapun sejumlah pejabat eselon II yang dibebastugaskan di antaranya Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), Drs H Sanusi MAg, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora), Darusmi SPd, Asisten I dan II Setdako H Sazali S Sos dan drh Jalaluddin.