Hari itu suasana mendung, jam dinding menunjukkan pukul empat sore. Mobil Fortuner putih BL 71R, menepi di halaman warkop Jeep Kupi Batoh. Pang Toni turun, disusul Rizwan Panga (ajudan pribadi), dan Teuku Musliadi atau dikenal Jack Guha, mantan kombatan GAM yang juga driver andalan Pang Toni.
Kami sudah janjian untuk ngopi bersama, sore itu, Minggu, 10 April 2016. Saya bersama Bang Didi dan kawan-kawan lainnya lebih awal datang menunggu. Nama lengkapnya Didi Ahyar, pembalap road race nomor wahid angkatan 2009, sekarang sebagai pengusaha muda sukses di Aceh Jaya.
Pang Toni memakai baju kemeja dan celana jeans. Gayanya seakan masih seusia saya. Ia memang sosok panglima yang suka bergaul dengan generasi muda. Ia paham betul pemuda memiliki pengaruh besar untuk menciptakan perubahan bangsa.
Kami langsung bersalaman, maklum sudah dua pekan lebih tidak berjumpa. Sebelum Pang Toni duduk, Bang Didi langsung melontarkan canda.
“Lapor, siminggu Panglima di Malaya panggang ka abeh di peplung but Tim?!” Bang Didi berkata dengan nada komando.
Pang Toni menyanggah. “Kiban Jubir Jomblo, na payah kutren lon?” Ia bertanya sambil mengedip mata memandang ke arah saya.
“Awak Malaya katrok woe lagoe?!” Saya spontan menjawab. Sekonyong-konyong tawa pun pecah, kami semua terbahak-bahak.
Penikmat kopi di sekeliling langsung memandang ke arah kami. Ada yang terkejut, ada pula tersenyum karena mengenal sosok yang datang itu adalah Pang Toni. Beliau memang tak asing lagi. Beberapa bulan ini, wajahnya selalu menghiasi media sosial maupun media online di Aceh.
Pang Toni langsung memulai pembicaraan serius, menceritakan tentang kegiatannya di Malaysia. Selain untuk keperluan berobat, juga menyempatkan waktu untuk berjumpa dengan beberapa sahabat lamanya.
“Ukeu nyou tanggong jaweb dron maken rayeuk,” kata Pang Toni menirukan ucapan sahabatnya di Malaysia. Mereka tahu DPW PA Aceh Jaya mengusung Pang Toni sebagai bakal calon bupati untuk periode 2017-2022.
Sesuai dengan hasil musyawarah pengurus DPW PA dan KPA Mereuhom Daya pada 21 Agustus 2015, untuk periode 2017-2022 akan mengusung Pang Toni sebagai bakal calon Bupati Aceh Jaya. Saat itu, forum dipimpin Sekretaris Umum DPW PA Tgk. Zainadir. Sementara Pang Toni tidak menghadiri rapat tersebut karena sedang sakit dan dirawat di RS Fakinah Banda Aceh.
“Tanyou ukeu nyou akan tabangun relasi yang lebeh luah,” ujar Pang Toni. Kami mengangguk serius.