BANDA ACEH – Pilkada serentak 2017 diharapkan melahirkan pemimpin Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota bebas dari narkoba. Ikatan Keluarga Anti-Narkoba (IKAN) Aceh berharap urine para calon kepala daerah diambil secara mendadak untuk dites, tiga bulan sebelum pilkada.
Sebagaimana diketahui, saat ini nama-nama tokoh yang menyatakan akan maju sebagai calon kepala daerah baik untuk tingkat Provinsi Aceh maupun kabupaten/kota sudah bermunculan dan gencar membangun komunikasi politik dengan pihak-pihak terkait. Sementara masyarakat ingin memiliki pemimpin yang memberi kemajuan untuk Aceh, sehingga sejumlah kriteria calon penting dipertimbangkan.
Salah satunya, calon kepala daerah ke depan harus bebas dari narkoba. Pasalnya, Aceh saat ini darurat narkoba. Siapa saja bisa terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Jika kepala daerah terpilih kena narkoba, sungguh sangat aneh negeri ini, ujar Ketua Umum DPP IKAN Syahrul Maulidi kepada portalsatu.com melalui telepon seluler, Sabtu, 16 April 2016.
Syahrul merasa prihatin dengan kondisi Aceh saat ini. Itu sebabnya, kata dia, calon kepala daerah harus dites urine tiga bulan sebelum pemilihan. Menurut dia, IKAN sudah menyampaikan kepada ketua KIP Aceh tentang persoalan darurat narkoba. Dalam rangka pemilihan calon kepala daerah baik gubernur, bupati dan wali kota alangkah baiknya dites urinenya terlebih dahulu, katanya.