TERKINI
TAK BERKATEGORI

‘Tes Urine Calon Kepala Daerah Harus Mendadak’

BANDA ACEH - Pilkada serentak 2017 diharapkan melahirkan pemimpin Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota bebas dari narkoba. Ikatan Keluarga Anti-Narkoba (IKAN) Aceh berharap urine para calon…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 759×

BANDA ACEH – Pilkada serentak 2017 diharapkan melahirkan pemimpin Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota bebas dari narkoba. Ikatan Keluarga Anti-Narkoba (IKAN) Aceh berharap urine para calon kepala daerah diambil secara mendadak untuk dites, tiga bulan sebelum pilkada.

Sebagaimana diketahui, saat ini nama-nama tokoh yang menyatakan akan maju sebagai calon kepala daerah baik untuk tingkat Provinsi Aceh maupun kabupaten/kota sudah bermunculan dan gencar membangun komunikasi politik dengan pihak-pihak terkait.  Sementara masyarakat ingin memiliki pemimpin yang memberi kemajuan untuk Aceh, sehingga sejumlah kriteria calon penting dipertimbangkan.

Salah satunya, calon kepala daerah ke depan harus bebas dari narkoba. Pasalnya, Aceh saat ini darurat narkoba. “Siapa saja bisa terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Jika kepala daerah terpilih kena narkoba, sungguh sangat aneh negeri ini,” ujar Ketua Umum DPP IKAN Syahrul Maulidi kepada portalsatu.com melalui telepon seluler, Sabtu, 16 April 2016.

Syahrul merasa prihatin dengan kondisi Aceh saat ini. Itu sebabnya, kata dia, calon kepala daerah harus dites urine tiga bulan sebelum pemilihan. Menurut dia, IKAN sudah menyampaikan kepada ketua KIP Aceh tentang persoalan darurat narkoba. “Dalam rangka pemilihan calon kepala daerah baik gubernur, bupati dan wali kota alangkah baiknya dites urinenya terlebih dahulu,” katanya.

Dia menyebut ruang yang digunakan untuk mengambil sampel urine para calon harus steril dan benar-benar aman. “Ini supaya mencegah adanya kemungkinan si calon membongkar urine,” ujar Syahrul. “Dan dalam pengambilan urine haruslah secara mendadak, tiga bulan sebelum pemilihan”.

Menurut Syahrul, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan KIP Aceh dan BNN guna membahas mekanisme tes urine setelah dikeluarkannya nama-nama calon peserta pilkada 2017.

Dia berharap semua pihak wajib mengawal calon kepala daerah terkait penyalahgunaan narkoba. “Tidak ada pandang bulu untuk tes urine, ketika calon kepala daerah itu positif narkoba, harus digugurkan secara mutlak supaya kita semua memiliki pemimnpin yang berkualitas,” kata Syahrul.[]

Laporan Ramadhan

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar