Dua Anak PKH Way Kanan Diterima di TNI

Way Kanan (Sumatrapost.com. Senin, (15/2) Kabar bahagia datang dari dua Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Desa Tulang Bawang, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Kabar baik itu tersiar melalui pesan whatsapp grup oleh Koordinator PKH Kabupaten Way Kanan, Pebri. Sebelumnya Pebri mengetahui kabar baik tersebut dari Ayu Fepri Nawang Sari, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bahuga.

“Ada dua putra terbaik PKH Lampung dinyatakan lulus seleksi Bintara Tentara Nasional Indonesia (TNI) asal Way Kanan tahun ini. Atas nama Serda Riki Andrianto anak dari Ibu Lestari Atun, dan Serda Wahyu Nori Antito putra Ibu Nunung Farida. Keduanya merupakan anak dari KPM PKH. Saat ini sedang menjalani pendidikan kejuruan di Pusdikpal Cimahi, Bandung”, jelas Pebri dalam ririsnya.

Ayu Fepri Nawang Sari selaku Pendamping Sosial PKH Kecamatan Bahuga merasa bersyukur dan gembira atas capaian membanggakan dua anak PKH dampingannya.

“Kami sangat bahagia, Riki dan Wahyu akhirnya mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI. Sejak menempuh pendidikan di SMKN 1 Buay Bahuga, keduanya memang telah bertekad dan mempersiapkan diri untuk mengabdikan jiwa raga bagi Ibu Pertiwi dengan menjadi prajurit TNI. Dan Alhamdulilah keduanya kini berhasil mewujudkannya”, terang Ayu.

Sementara, Korwil PKH Provinsi Lampung 2 Slamet Riyadi, turut mengapresiasi atas capaian prestasi anak PKH Lampung tersebut.

“Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung dalam setiap kesempatan selalu memotifasi SDM PKH untuk melakukan inovasi dan terobosan dalam pendampingan KPM PKH. Inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif atau model dalam mengakselerasi kemandirian KPM PKH, sehingga pada akhirnya dilakukan proses Graduasi Sejahtera. Tentu hal ini selaras dengan visi Bapak Gubernur Lampung menuju Masyarakat Lampung Berjaya, pungkas Slamet.

Slamet menjelaskan bahwa pembinaan terhadap anak PKH tersebut, dalam jangka panjang berimplikasi pada pemutusan mata rantai kemiskinan keluarga PKH. Jika penerima PKH telah mapan secara ekonomi, tentu akan diberlakukan graduasi mandiri. Dan jalan menuju kemandirian ekonomi bagi penerima PKH sangat banyak, diantaranya adalah peningkatan kualitas pendidikan.

Lebih lanjut Slamet menjelaskan bahwa hal ini juga beririsan dengan Gerakan Ayo Kuliah yang kita lakukan sejak 2017 sampai sekarang. Peningkatan kualitas pedidikan dalam sebuah keluarga akan selaras dengan peningkatan kualitas ekonomi keluarga.

Gerakan Ayo Kuliah merupakan inovasi dalam bidang pendidikan pada strata perguruan tinggi, khususnya bagi anak prasejahtera yang terlahir dari keluarga PKH”.(Red/Saiful Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *