Oleh Taufik Sentana*
Hari ini baru tersadar bahwa ahad lalu, 21 Juni adalah hari Ayah. Mungkin hari yang tidak penting, atau sama pentingnya dengan hari ibu. Tapi banyak yang melupakan dan tak menjadi berita utama di koran lokal. Bahkan juga tak dibahas mimbar khutbah.
Kita memiliki sejarah persepsi yang beda tentang ayah. Tapi idealnya setiap ayah memilki niat baik yang sama untuk kemajuan dan kebaikan anaknya. Terlepas apakah itu akan “terbalas” oleh anaknya atau hanya menjadi cerita zaman, kisah yang akan hilang dan berganti.
Tentu Ayah dan Ibu sama baiknya, sama utamanya, walau pada Ibu ada pengkhususan. Tapi itu tidak menghilangkan fungsi Ayah.