TERKINI
PROFIL

Hari Ayah yang Terlewatkan

  Oleh Taufik Sentana* Hari ini baru tersadar bahwa ahad lalu, 21 Juni adalah hari Ayah. Mungkin hari yang tidak penting, atau sama pentingnya dengan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 439×

 

Oleh Taufik Sentana*

Hari ini baru tersadar bahwa ahad lalu, 21 Juni adalah hari Ayah. Mungkin hari yang tidak penting, atau sama pentingnya dengan hari ibu. Tapi banyak yang melupakan dan tak menjadi berita utama di koran lokal. Bahkan juga tak dibahas mimbar khutbah.

Kita memiliki sejarah persepsi yang beda tentang ayah. Tapi idealnya setiap ayah memilki niat baik yang sama untuk kemajuan dan kebaikan anaknya. Terlepas apakah itu akan “terbalas” oleh anaknya atau hanya menjadi cerita zaman, kisah yang akan hilang dan berganti. 

Tentu Ayah dan Ibu sama baiknya, sama utamanya, walau pada Ibu ada pengkhususan. Tapi itu tidak menghilangkan fungsi Ayah.

Kita menyadari ada kurang-lebih dalam diri setiap ayah. Atau lihatlah saat diri kita menjadi Ayah. Terkadang selubung materi dianggap variabel rasa bangga dan bahagia, walau pada riilnya, bangga dan bahagia butuh wadah yang beda. Tidak melulu harta benda dan kemewahan.

Terkadang yang diperlukan hanya sebuah sentuhan, pertanyaan, dukungan dan semua kenangan yang baik dan sempurna dalam kebersamaan yanga hangat.

Salam…
Terima kasih untuk Ayah dan Ibu Kita.[]

*Ayah dari enam anak, menetap di Aceh Barat.

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar