TERKINI
SPORT

[Foto] Makam Syekh Hamzah Fansuri di Oboh Kota Subulussalam

SUBULUSSALAM - Syekh Hamzah Al-Fansuri sosok ulama kharismatik Aceh merupakan seorang cendekiawan, ulama tasawuf, dan budayawan. Ia hidup pada empat abad silam tepatnya berkisar pada…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4K×

SUBULUSSALAM – Syekh Hamzah Al-Fansuri sosok ulama kharismatik Aceh merupakan seorang cendekiawan, ulama tasawuf, dan budayawan. Ia hidup pada empat abad silam tepatnya berkisar pada pertengahan abad ke-16 dan ke-17 Masehi. 

Syekh Hamzah Fansuri salah satu penyebar agama Islam di Serambi Mekkah dan merupakan figur penting dalam sejarah kebudayaan Melayu-Indonesia. 

Sejumlah referensi menyebutkan tokoh sufi dan sastrawan ini hidup dalam masa pemerintahan Sultan Alaidin Riayat Syah IV Saiyidil Mukammil (997-1011 H-1589-1604 M) sampai ke permulaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Kapan Syeikh Hamzah Fansuri lahir secara tepat belum dapat dipastikan. Adapun tempat kelahirannya di Barus atau Fansur sebagaimana ditulis oleh Prof. A. Hasymi, Fansur itu satu kampung yang terletak antara Kota Singkil dengan Gosong Telaga (Aceh Selatan).

Dalam sebuah penelitian dan kajian menyebutkan Syekh Hamzah Fansuri meninggal dunia antara sebelum atau pada tahun 1590 Masehi (Drewes dan Brakel 1986:3). Kini, jasad Hamzah Fansuri telah tiada, namun namanya terus dikenang sejagat raya lewat karya-karyanya menjadi sumber ilmu pengetahuan baik bidang sastra, tasawuf dan budaya.

Namun barangkali ada yang belum mengetahui bila makam ulama besar sekaligus sufi bernama Syekh Hamzah Al-Fansuri ini berada di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, menjadi tempat yang sangat sakral dan tujuan peziarah. Masyarakat di sana menyebutnya Makam Mbah Oboh.

Makam ahli tasawuf yang populer dengan Syair Perahu ini berada di dalam ruangan yang ditutupi dengan kelambu berwarna kuning. Terdapat tiga batu nisan di dalamnya yang dipercayai sebagai makam Syekh Hamzah Al-Fansuri dan istri serta anaknya.

Sedangkan di luarnya ada makam mertua perempuan dan laki-lakinya serta murid dan sahabat Syekh Hamzah Al-Fansuri. Tempat tersebut telah direnovasi dan dibuat seperti bentuk masjid. 

Pemerintah Kota Subulussalam telah menetapkan Makam Syekh Hamzah Fansuri sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. 

Kini, lokasi tersebut menjadi ikonik destinasi wisata religi kebanggaan masyarakat di Kota Subulussalam.

Berikut foto-foto makam itu:

[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar