SUBULUSSALAM – Manajer Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Bumi Daya Agrotamas (BDA) Kota Subulussalam, Jafar Silalahi membantah tudingan menyebutkan kolam limbah meluber sehingga berdampak pada tercemarnya Sungai Longkib menyebabkan ratusan ribu ikan mabuk dan mati massal.
Menurut Ja'far terkait bekas air limbah yang berada di tebing kolam tiga dan rembesan warna hitam mengarah ke anak sungai bukan air limbah baru yang meluber melainkan bekas kerukan lama ditumpukan di atas tebing kolam.
Tumpukan bekas limbah lama tersebut, kata Ja'far bila kena hujan akan mencair sehingga merembet ke area sekitar. Namun ia tetap keukeh bahwa bekas limbah warna hitam itu bukan luapan limbah yang baru. Sebab, bila air limbah baru meluap, rumput di sekitar tebing dipastikan mati.
Penjelasan Ja'far langsung disanggah Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra yang turut serta dalam rombongan Wali Kota Subulussalam Affan Alfian Bintang bersama Kapolres Qori Wicaksono dan Wakil Wali Kota Salmaza serat sejumlah kadis terkait meninjau lokasi kolam limbah PMKS PT BDA di Longkib.
“Di sana banyak rumput mati pak, tapi sudah ditimbun dengan tanah,” kata Edi Sahputra sambil menunjuk tebing kolam yang sudah ditimbun.
