SUBULUSSALAM – Setelah berdiam di Oboh, Tuan Syekh Hamzah Fansuri mendirikan pusat pendidikan Islam yakni Meunasah atau sekarang lebih akrab disebut Dayah.
Satu per satu masyarakat mulai berdatangan belajar di sana, termasuk Syekh Abdurrauf As-Singkili yang makamnya di Desa Deyah Raya, Syekh Kuala, Banda Aceh. Aktivitas pengajian di Meunasah mulai bertambah, rumah-rumah waktu mulai dibangun tempat mereka tinggal.
“Muridnya mulai bertambah, rumah-rumah penduduk sudah mulai ada,” kata Imam Kampong Oboh Khalid Ujung didampingi penjaga makam Ali Akbar saat menerima kedatangan wartawan saat berziarah ke makam ulama kharismatik Aceh tersebut.
Selain mengajar masyarakat mengaji di Meunasah itu, dalam riwayat juga disebutkan Syekh Hamzah Fansuri juga menyebarkan ajaran Islam di kutaraja, Banda Aceh saat ini. Menurut, Khalid Ujung diperkirakan Syekh Hamzah Fansuri berada di kutaraja pada masa Kesultanan Alaidin Riayat Syah IV Saiyidil Mukammil (997-1011 H-1589-1604 M) sampai ke permulaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Dalam perjalanannya menyebar ajaran Islam, Syekh Hamzah Fansuri juga kembali ke Oboh untuk mengajar mengaji murid-muridnya. Tidak hanya di Aceh dan di pulau Jawa, Syekh Hamzah Fansuri juga sampai ke Timur Tengah melakukan syiar Islam.
“Kalau perjalanan ulama dulu, pejamkannya matanya sudah sampai ke daerah yang ditujukan, bukan seperti kita sekarang pakai kendaraan,” ucap Khalid Ujung yang mengaku hanya sedikit hal yang ia ketahui tentang sejarah Syekh Hamzah Fansuri.
