TERKINI
SPORT

Walkot Bintang: Makam Syekh Hamzah Fansuri Ikonik Destinasi Wisata Religi

SUBULUSSALAM - Kini, Desa Oboh menjadi tempat destinasi wisata religi karena di sana ada Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 3.9K×

SUBULUSSALAM – Kini, Desa Oboh menjadi tempat destinasi wisata religi karena di sana ada Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Subulussalam yang berbeda di Simpang Kiri.

Pemerintah setempat telah menetapkan makam ini sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Hal ini terlihat dari plang tulisan yang didirikan menghadap ke Sungai  Souraya Rundeng.

Di kompleks makam ini juga terdapat beberapa makam kuno lainnya. Kini dijadikan sebagai tempat wisata religi bagi sebagian orang yang ingin mengenal lebih jauh sosok Syekh Hamzah Fansuri.

Sosok Syekh Hamzah Fansuri sudah sangat dikenal di Kota Subulussalam, bahkan pemerintah menabalkan nama daerah ini menjadi Bumi Syekh Hamzah Fansuri. Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansuri menjadi perhatian serius pemerintah setempat untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan.

Tidak hanya itu, pemerintah telah melakukan pemugaran makam dan pembangunan sejumlah fasilitas fisik di areal komplek Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berada di bantaran Lae Souraya.

Pemerintah Kota Subulussalam di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Affan Alfian Bintang dan Wakil Wali Kota mengintruksikan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus merawat dan memelihara Makam Syekh Fansuri sebagai ikonik destinasi wisata religi, kebanggaan masyarakat di Bumi Sada Kata ini.

“Sesuai arahan pak wali kota, makam ini terus dilakukan perawatan dan pemugaran. Kini kompleks wisata religi ini semakin bagus dan tertata rapi sejak dilakukan pemugaran, peziarah makin ramai datang kemari,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Subulussalam, Syafrianda, S. Hut, M.M.

Kini pesona Makam Mbah Oboh terlihat begitu indah dan tertata rapi sehingga menjadi salah satu tujuan destinasi wisata religi yang ada di Kota Subulussalam. Setiap hari selalu ada saja pengunjung datang ke lokasi tersebut.  

Khusus hari Jumat, Sabtu dan Minggu peziarah lebih ramai dari biasanya, mereka datang dari dalam dan luar daerah. Terlebih saat menjelang Ramadhan kompleks Makam Syekh Hamzah selalu ramai dikunjungi peziarah.

Menurut pengakuan Iman Desa Oboh, Khalid Ujung dan penjaga makam Ali Akbar, peziarah tidak hanya datang dari Indonesia saja, tapi juga dari mancanegara seperti warga dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Kairo Mesir, Jepang dan Kanada telah berkunjung ke Makam Syekh Hamzah Fansuri di Kampong Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Kuah Belangong

Di kompleks Makam Syekh Hamzah juga tersedia dapur umum menyajikan makanan khas Aceh yakni Kuah Belangong atau gule sie kameng minimal 3 sampai 4 kali dalam seminggu. Gule sie kameng itu diberikan secara gratis kepada peziarah yang berkunjung ke Makam ulama Kharismatik Aceh tersebut.

Nah, bagi anda yang ingin mengenal lebih jauh sosok Tuan Syekh Hamzah Fansuri sambil menikmati hidangan gule sie kameng sambil menikmati panorama Lae Souraya,  silahkan berkunjung ke Oboh, lokasi destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi di Kota Subulussalam.[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar