SUBULUSSALAM – Kini, Desa Oboh menjadi tempat destinasi wisata religi karena di sana ada Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Subulussalam yang berbeda di Simpang Kiri.
Pemerintah setempat telah menetapkan makam ini sebagai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Hal ini terlihat dari plang tulisan yang didirikan menghadap ke Sungai Souraya Rundeng.
Di kompleks makam ini juga terdapat beberapa makam kuno lainnya. Kini dijadikan sebagai tempat wisata religi bagi sebagian orang yang ingin mengenal lebih jauh sosok Syekh Hamzah Fansuri.
Sosok Syekh Hamzah Fansuri sudah sangat dikenal di Kota Subulussalam, bahkan pemerintah menabalkan nama daerah ini menjadi Bumi Syekh Hamzah Fansuri. Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansuri menjadi perhatian serius pemerintah setempat untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan.
Tidak hanya itu, pemerintah telah melakukan pemugaran makam dan pembangunan sejumlah fasilitas fisik di areal komplek Makam Syekh Hamzah Fansuri yang berada di bantaran Lae Souraya.

Pemerintah Kota Subulussalam di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Affan Alfian Bintang dan Wakil Wali Kota mengintruksikan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus merawat dan memelihara Makam Syekh Fansuri sebagai ikonik destinasi wisata religi, kebanggaan masyarakat di Bumi Sada Kata ini.
“Sesuai arahan pak wali kota, makam ini terus dilakukan perawatan dan pemugaran. Kini kompleks wisata religi ini semakin bagus dan tertata rapi sejak dilakukan pemugaran, peziarah makin ramai datang kemari,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Subulussalam, Syafrianda, S. Hut, M.M.
